Tujuh Daerah Boleh Gelar PTM Terbatas, Nadiem: Tapi Dilarang Pemdanya

Bandarlampung – Sebanyak tujuh Kabupaten/kota di Provinsi Lampung diperbolehkan untuk menggelar pertemuan tatap muka (PTM) terbatas. Kesepuluhnya adalah Pemkab Lampung Tengah, Pemkab Tanggamus, Pemkab Lampung Utara, Pemkab Waykanan, Pemkab Pesawaran, Pemkab Tulangbawang dan Pemkab Mesuji.

Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi X DPR RI Rapat Kerja dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Senin (23/8).

Dalam RDP tersebut, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nadiem Makarim menyampaikan ada beberapa daerah yang masih melarang PTM terbatas dilarang oleh Pemdanya. Padahal sudah jelas mereka harus mulai melakukannya.

“Ada beberapa daerah nih Bapak Ibu anggota Komisi 10 tolong bantuannya. ada beberapa daerah yang masih melarang PTM terbatas dilarang oleh Pemda nya padahal sudah jelas mereka harus mulai melakukannya ya tolong. Ada kepulauan Riau ya ini mohon dukungannya Jawa Tengah Sulawesi Utara dan kota Serang dan berat Gorontalo Pemkab Lampung Tengah Pemkab Tanggamus Pemkab Lampung Utara Pemkab Waykanan Pemkab Pesawaran Pemkab Tulangbawang dan Pemkab Mesuji yang ini adalah beberapa daerah yang secara eksplisit dilarang oleh Pemdanya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada Komisi X DPR RI untuk mensosialisasikan PTM terbatas ini. “Jadi bapak ibu tolong dukungannya untuk mensosialisasikan ini agar ini segera dilakukan Baik terima kasih, karena kalau tidak korbannya anak-anaknya,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Nadiem juga memaparkan hasil survei mengenai kenapa area-area yang harus buka itu tidak buka.

Dan menurutnya, kata dia, itu selalu jawabannya mayoritas sama Pemda atau Satgas covid 19 setempat belum mengizinkan pembelajaran tatap muka.

“Jadi mohon ini kita kerjasama untuk menyelesaikan solusi ini. Kalau bapak ibu udah jelaslah bahwa orang tua udah-udah mayoritas sudah tidak kuat lagi anaknya udah ingat sekolah saya pun punya 3 anak di dalam rumah dan saya sangat tidak sabar untuk saya bisa sekolah lagi di di di PAUD di luar Jadi saya merasakan juga bukan hanya masyarakat tapi kita di sini semua punya banyak anak-anak umur sekolah,” jelasnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *