Bandarlampung – Anggota Komisi 1 DPR RI, Mukhlis Basri memberikan kuliah umum dalam acara Program Orientasi Perguruan Tinggi (PROPTI) 2021 Universitas Tulang Bawang (UTB) Lampung secara daring, Selasa (14/9).
Tujuan dari kuliah umum ini untuk menanamkan kesadaran pada mahasiswa baru tentang empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara
Acara juga diikuti oleh Ketua Yayasan Yapapila, M. Puncak Stiawan, S.Tp., M.M Rektor UTB, DR. Agus Mardihartono., M.M, para wakil rektor, Ketua Senat, Ketua Lembaga, sivitas akademika, serta para mahasiswa baru Universitas Tulangbawang tahun 2021.
Mukhlis Basri yang merupakan salah satu alumni Universitas Tulangbawang mengatakan, persatuan merupakan nilai esensial pada empat konsensus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Berangkat dari sejarah, banyak negara-negara jaman dulu yang pernah berjaya namun akhirnya runtuh,” ujar mantan Bupati Lampung Barat dua periode ini.
Disampaikannya, persatuan dan kesatuan memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia.
Karena, kata dia, Indonesia dikenal sebagai negara yang beragam mulai dari suku, agama, etnis, budaya, dan termasuk negara yang majemuk.
“Dengan keberagaman tersebut berpotensi terjadi konflik dan rentan dengan perpecahan,” ungkap politisi yang akrab disapa MB ini.
Lanjutnya, persatuan dan kesatuan merupakan senjata paling ampuh bagi bangsa Indonesia untuk menjaga dan mempertahankan keberagaman yang dimiliki.
Menurutnya, tidak adanya persatuan dan kesatuan akan berdampak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dicontohkannya, di Indonesia sendiri dulu banyak kerajaan, namun akhirnya juga runtuh. Ini disebabkan oleh salah satunya tidak adanya lagi kerukunan, kebersamaan, dan persatuan baik antara pemimpin dengan rakyat, maupun di antara pemimpin itu sendiri.
“Jangan sampai kita antar sesama bangsa Indonesia tidak satu, itu akan menguras energi kita. Kompetisi global dengan negara lain menanti, karena kita sebagai bangsa tempat kompetisinya di luar negeri,” kata Mukhlis.
Mukhlis, menegaskan bahwa Pancasila bagi rakyat Indonesia sudah final sebagai dasar dan ideologi negara, yang memiliki peran yang sangat dirasakan rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Sebagai ideologi negara, Pancasila memiliki peran yang sangat dirasakan rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, antara lain, sebagai pemersatu bangsa dan sebagai panduan rakyat Indonesia dalam berpikir, berperilaku, dan bertindak,” tegas politisi PDI Perjuangan itu. (Cah)






