Bandarlampung – Setelah berlangsung 3 hari, Latihan Gabungan (Latgab) dan rapat kordinasi Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) se Sumatra dan Babel resmi ditutup, Selasa (19/10). Penutupan dilakukan oleh Pimpinan MDMC PP Muhammadiyah , Budi Setiawan melalui zoom. Sementara di lokasi apel peserta, penutupan dihadiri oleh Ahmad Syukri yang mewakili PW Muhammadiyah, HM Saleh Ketua PDM Tanggamus, Pemgurus MDMC, dan peserta.
Dalam laporannya Ketua MDMC Tanggamus melaporkan bahwa peserta semuanya ada 150 peserta daro seluruh Provinsi di Sumatra dan Bangka Belitung melebihi target dari panitia pusat.
“Tanggamus dipilih dalam latihan gabungan ini karema medan Tanggamus yang lengkap dan daerah rawan bencana. Dalam latiham.yang dilakukan diadakan simulasi penanganan bencana, seperti pertolongan pertama, penanganan dan kordinasi cepat antar lini,” jelasnya.
Disampaikannya, Latihan penangan bencana berbasis gunung, tebing dan perairan dilalukan di Bukit Idaman Gisting Tanggamus. “Sementara penanganan bencana berbasis pemukiman dan gedung diadakan di lokasi SD Muhammadiyah Gisting dan sekitarnya,” ujarnya.
Dalam pidato penutupannya, Budi Setiawan Ketua MDMC PP Muhammadiyah mengharapkan agar peserta latgab dan rakor dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dan terus berlatih di unit serta satuannya masing-masing. “Sehingga bila terjadi bencana dapat segera melakukan tindakan yang tepat, cepat, dan terukur,” ujarnya.
Sementara, Ahsanul Huda Ketua MDMC PW Muhammadiyah Lampung berjanji agar kordinasi antar lini dan MDMC daerah dapat bersinergi, mengingat kebutuhan daerah yang berbeda beda.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PD Muhammadiyah Tanggamus HM Saleh mengingatkan terutama kepada peserta dari Tanggamus dan umumnya Lampung agar terus berlatih. “Mengingat Kabupaten Tanggamus memiliki luasan wilayah yang rawan bencana. Jenis bencananya pun berbeda beda . Ada tsunami, banjir, tanah longsor, kebakaran dan lain sebagainya,” jelasnya. (*/Cah)






