Bandarlampung – DPD PDIP Lampung akhirnya angkat bicara terkait pergeseran jabatan sekretaris dari Mingrum Gumay ke Sutono. Partai banteng moncong putih ini memastikan kursi Mingrum sebagai Ketua DPRD Lampung masih aman, meskipun dibebastugaskan atau nonjob dari partai.
Wakil Ketua Bidang Infokom DPD PDIP Lampung, Yanuar Irawan mengatakan, penggantian tersebut merupakan penyegaran dan pembagian kerja dalam organisasi. Terutama menjelang tahun politik 2022 yang akan mulai sibuk.
“Januari 2022 nanti kan sudah mulai sibuk, karena ada diklat dari DPC hingga nasional, sedangkan Mingrum sebagai Ketua DPRD juga sekretaris DPD cukup sibuk, sehingga digantikan dengan Sutono,” ujar Yanuar saat konferensi pers dengan awak media di Ruang Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung, Senin (29/11).
Ketua komisi V DPRD Lampung ini juga mengatakan, pencopotan Mingrum dari sekretaris DPD bukan merupakan sanksi partai. Melainkan hanya lebih ke pembagian tugas partai saja.
“Dan diharapkan pembagian tugas ini dapat memaksimalkan jumlah kursi PDIP tahun 2024 nanti. Kemarin duet Sudin-Mingrum dapat 19 kursi, sekarang dengan Sudin-Mingrum-Sutono kita inginnya dapat 22 kursi,” ujar Yanuar.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung ini juga mengatakan, partainya masih memegang asas KSB (Ketua, Sekretaris dan Bendahara) dalam penentuan jabatan pimpinan dewan. Namun hal itu, kata Yanuar, dilakukan usai pembentukan pengurus awal dan hasil pemilu.
“Awalnya memang Ketua DPRD itu memang yang punya jabatan strategis di DPD atau KSB (Ketua, Sekretaris dan Bendahara), tapi ini sudah separuh jalan jadi tidak ada masalah. Seperti Pak Dedi sebelumnya, dia masih menjabat ketua DPRD spai selesai meskipun saat itu sudah tidak menjabat petinggi partai,” jelasnya.
Sampai saat ini, lanjut Yanuar, Mingrum belum memiliki jabatan di struktural DPD. Nantinya, Ketua DPD Sudin, akan mengusulkan kembali struktur ke DPP.
“Apakah tukar posisi dengan Sutono, kita belum tahu, itu haknya ketua. Tapi sampai saat ini belum ada penggantian jabatan lainnya, tapi kalau ada kami sebagai kader siap tegak lurus atas keputusan partai,” jelasnya.
Kendati demikian, Yanuar memastikan tidak ada permasalahan internal terkait pergantian posisi sekretaris DPD PDIP Lampung. Bahkan, kata Yanuar, Mingrum mengaku legowo atas keputusan DPP dan tidak akan mempertanyakan keputusan DPP.
“Beliau (Mingrum, red) merasa senang-senang saja. Beliau sendiri yang membacakan SK, beliau juga legowo dan menerima keputusan partai,” tandasnya.
Sementara itu, Mingrum Gumai sampai saat ini belum memberikan tanggapan terkait pencopotannya dari Sekretaris DPD PDIP Lampung. Dikonfirmasi via WhatsApp belum ada respon.
Sebelumnya, Sutono MM akhirnya membenarkan jika dirinya menjabat sebagai Sekretaris DPD PDIP Lampung melanjutkan Mingrum Gumay. Namun dirinya mengaku belum melihat SK DPP soal jabatan barunya itu.
Kendati demikian, SK itu dibacakan langsung oleh Mingrum sendiri pada saat rapat harian DPD di kantor setempat, Jumat (26/11).
Usai mendengar SK itu, Sutono mengaku kaget dan dihadapan para pengurus lainnya berucap Innalilahi wa innailaihi rojiun.
“Jadi kemarin setelah mendengar SK dibacakan, yang pertama kali saya ucapkan dan pengurus lainnya juga mendengar, yang saya ucapkan adalah Innalilahi wa innailaihi rojiun,” kata dia usai membuka Rakor Badan Kebudayaan Nasional DPD PDIP Lampung, Sabtu (27/11).
Menurutnya, amanah baru ini adalah musibah bagi dirinya. “Karena, sebelum mendapat amanah ini, ibu kandung saya meninggal beberapa hari lalu. Jadi ini musibah bagi saya, kalau orang muslim pasti paham apa yang saya katakan,” kata dia.
Kendati demikian, Mantan Sekdaprov ini mengaku siap atas amanah baru yang diberikan oleh DPP. “Karena ini perintah ketua, jadi kita siap laksanakan. Kalau bahasanya kita dapat amanah berat,” kata dia.
Mantan calon wakil gubernur ini juga mengaku tidak tahu menahu terkait pergantian jabatan sekretaris DPD PDIP Lampung ini. “Saya nggak ngerti apa-apa. Karena itu kewenangan DPP. Dan ini agenda hari pertama saya sebagai sekretaris,” jelasnya. (*/Cah)






