BANDARLAMPUNG — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung dari Fraksi Partai Demokrat duduk Komisi V Bidang Kesejahteraan Rakyat, Deni Ribowo mengatakan, berbagai upaya negara hadir dalam pengarusutamaan pembumian nilai dan norma terkandung di dalam Pancasila, sepatutnyalah terus didukung terencana, dilakukan sistematis, dan didorong masif.
Salah satunya, sebagaimana yang terbujur melalui pelaksanaan agenda Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Lampung, dihelat di HARRIS Vertu Hotel, Jakarta, empat hari maraton, sejak Rabu lalu hingga Sabtu esok, 19-22 Januari 2022.
Penelusuran, diketahui anggota DPRD Lampung secara seksama ikuti agenda ini. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Yudian Wahyudi PhD secara resmi membuka agenda program diklat.
Pembukaan, dia didampingi narasumber, para deputi dan direktur BPIP. Antara lain, Deputi Bidang Diklat BPIP Dr Baby Siti Salamah, dan Direktur Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Gardiklat) BPIP Sahlan Masduki.
Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay, didampingi wakil ketua dan anggota DPRD Lampung peserta diklat. Rerata peserta, kompak berhem putih bercelana panjang gelap, tak sedikit berselempang selendang Tapis dan atribut khas Bumi Ruwa Jurai.
Selain lagu kebangsaan Indonesia Raya, terpantau turut pula diperdengarkan, lagu Bendera yang dipopulerkan band Cokelat.
Sejumlah peserta melukiskan kesan, materi diklat PIP menjadi semacam ‘darah segar’, inspirasi, bahkan tambahan amunisi senjata ideologis demi upaya pembumian Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, sebagai pedoman hidup dan falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara, serta sebagai kepribadian luhur bangsa Indonesia.
Deni Ribowo, salah satu yang berhasil dikonfirmasi, melalui aplikasi perpesanan singkat dari lokasi, pada Jumat (21/1/2022), menyatakan, diklat ini positif, kaya manfaat.
Deni mengungkap, sejauh yang dia ikuti, presentasi para narasumber juga mewakili ghirah ideologi Pancasila dalam temalinya dengan dinamika kekinian bangsa Indonesia dengan segenap besaran potensi ancaman, tantangan, hambatan, gangguan (ATHG) yang notabene setiap saat setiap waktu siap merongrong meruntuhkan kewibawaan serta kedaulatan bangsa dan negara kita.
“Dengan ini saya sampaikan, legislatif selaku bagian penyelenggara negara juga tak bisa sepelekan arti penting program semacam ini. Saya bisa katakan, ini bukan alat indoktrinasi. Tetapi dari lubuk hati yang terdalam, dapat saya sampaikan ini bagian demarkasi kita pagari bangsa ini dari intoleransi, radikalisme, terorisme dan disintegrasi. Inshaallah,” lugas aktivis 98, alumnus Fakultas Ekonomi UBL ini.
Diklat itu sambung dia, menjadi bagian dari upaya menjaga dan menguatkan nilai-nilai Pancasila di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Kita ketahui, banyak upaya telah dilakukan, guna perkuatan nilai dan norma terkandung dalam Pancasila ini. Mulai dari pendekatan budaya, lalu internalisasi di semua jenjang pendidikan formal dan non-formal, serta penegakan hukum terhadap hal-hal yang tak sejalan nilai-nilai Pancasila,” bebernya.
Politisi legislator dapil Lampung V meliputi Kabupaten Way Kanan dan Lampung Utara, satu dari total 11 anggota sedapil, dan satu dari total 10 anggota sejawat fraksi, yang diamanati Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Lampung itupun menggarisbawahi.
Bahwa usai diklat, selemah-lemahnya iman minimal bagi dirinya sebagai ‘anak kandung’ bahkan pelaku sejarah gerakan reformasi 1998, punya suplemen baru dalam upaya sepanjang periode baktinya hingga 2024, tetap terus bisa lakukan empat hal penting.
Yakni, penumbuhkembangan kesadaran untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila, melaksanakan ideologi Pancasila secara konsisten, menempatkan Pancasila sebagai sumber hukum dalam pembuatan peraturan perundang-undangan termasuk di daerah, menempatkan Pancasila sebagai moral dan kepribadian bangsa Indonesia.
Terutama, demikian pria yang juga Ketua Bidang Luar Negeri DPD Perkumpulan Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung ini mengintensi, di kalangan generasi muda. “Generasi muda kita, dari milenial, generasi Z, hingga kini generasi platinum, jangan sampai hanya hapal sila Pancasila, tapi tak tahu nilai norma terkandung didalamnya, alih-alih menerapkannya dalam perilaku kehidupan sehari-hari,” wanti dia.
Mempertegas kepesertaannya pada diklat tersebut, “Ini alat bantu bagi kami selaku wakil rakyat, komunikan politik rakyat, agar dalam menjalankan tugas, hak, kewajiban kami membersamai rakyat basis konstituen perjuangkan segala sesuatu aspirasi, kami senantiasa tegak lurus berlandaskan nilai Pancasila,” ujar pegiat komunitas pehobi sepeda BMX Lampung itu.
“Agenda-agenda publik yang ditelurkan melalui legislasi DPRD Lampung misal, ruh wajibnya ya Pancasila. Kurang lebih itu bro. Hidup Rakyat, Salam Pancasila!” seru Deni Ribowo, mengunci keterangannya. (*)






