Ini Target Demokrat di Pileg 2024

Bandarlampung – Partai Demokrat Lampung dibawah kepemimpinan Edi Irawan Arief optimis dapat memenangkan Pileg 2024 mendatang. Bahkan, partai bintang mercy ini telah memploting target jumlah perolehan kursi. Diantaranya DPR RI peroleh tiga kursi, DPRD Provinsi 13 kursi, dan DPRD Kabupaten/kota sebanyak 80 kursi.

Menurut Ketua DPD Partai Demokrat Lampung, Edi Irawan Arief target tersebut merupakan target realistis sekaligus mengukur bagus tidaknya dirinya memimpin partai Demokrat Lampung.
“Jadi siapa yang nggak mau peroleh suara terbanyak. Tapi kita harus realistis. Saya juga sudah janji dengan ketum AHY soal target ini. Jadi wajar saja lah, misal untuk DPR RI dari 2 kursi tambah jadi tiga kursi, lalu DPRD Provinsi dari 10 kursi jadi 12 kursi, terus DPRD Kabupaten kota dari 71 kursi jadi 80 kursi,” jelasmya belum lama ini.
Dirinya mengaku tidak mau muluk-muluk terkait target perolehan kursi pada pileg 2024 nanti. Menurutnya, pihaknya tiadk bisa memaksakan partainya untuk naik perolehan kursinya menjadi 20 persen.karena,kata dia,partai politik lain juga ikut bergerak untuk menaikan perolehan kursinya.
“Jadi ini target yang realistis. Ini juga buat ukuran saya bagus tidaknya saya dalam memimpin Partai Demokrat Lampung,” ungkapnya.
Untuk mencapai target itu, dirinya akan membekali para kdernya yang akan maju pada pileg 2024 dengan bekal strategi dasar peperangan. Salah satu strateginya, kader yang ingin menjadi petarung pada Pemilu 2024 harus bisa “jual diri”

Edy juga mengatakan setelah Lebaran akan mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) singkat kepada kader. Ada tiga hal yang menjadi bahasan utama dalam diklat tersebut. Pertama tentang kepemiluan.
Dia menekankan, ini dilakukan agar kader yang menjadi calon anggota legislatif (caleg) bisa memahami aturan kepemiluan. Yang kedua tentang kedemokratan. Isinya, bagaimana caleg bisa menjelaskan plaform Demokrat di tengah masyarakat. Ketiga mengenai political marketing.
“Jadi political marketing ini bagaimana cara menjual diri. Dalam arti bisa meraih hati masyarakat. Nah diklat ini sebagai salahsatu syarat untuk kader mendaftar caleg,” ujarnya.
Edi mengatakan, pemilu ini ibaratkan medan perang. Kader harus memahami strategi dasar. “Kita lihat jika di salah satu daerah ada lawan kuat, tentu kita siapkan pesilat yang punya kemampuan. Yang penting strategi dasar itu tadi. Bagaimana menyerang, bertahan, dan sebagainya,” katanya.
Dia mencontohkan mengenai perang terbuka. Jika memang kadernya kuat, tentu akan dilawan dengan cara yang sama. “Contohnya, kalau lawan pasang baliho dua meter, tentu Demokrat harus pasang tiga meter.
“Kalau enggak kuat perang terbuka kan masih ada straregi lain. Misalnya perang tertutup atau gerilya. Nah political marketing-nya. Merebut hati rakyat bukan sekadar logistik,” pungkasnya. (cah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *