Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR, Mukhlis Dicurhati Jaringan Sinyal Buruk

Bandarlampung – Pekon (Desa) Lakaran Padang Manis merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus, Meski hanya berjarak berapa kilometer dari pusat Kota kecamatan, namun jaringan internetnya masih buruk sinyalnya.

Curhatan itu disampaikan ketua pondok pesantren Raudhatul Tholibin Pekon Lakaran Padang Manis Kecamatan Wonosobo, Istiqomah kepada anggota komisi 1 DPR RI, Mukhlis Basri diacara sosialisasi 4 pilar kebangsaan MPR RI yang berlangsung di Pondok Pesanteran tersebut , minggu, (5/6).

Istiqomah, mengatakan tidak adanya jaringan internet membuat warga di desa tersebut tertinggal informasi.

Menurutnya, jaringan internet sangat dibutuhkan di desanya saat ini mengingat zaman sekarang serba digital, mulai dunia pendidikan, sosial, dan ekonomi semuanya bergerak serba digital.

“Jaringan seluler saja kita kesulitan apalagi internet. Kalau kami ingin berkomunikasi, terlebih dahulu mencari tempat-tempat yang yang tinggi agar mendapatkan sinyal,” katanya.

Istiqomah, mengatakan untuk itu pihaknya meminta agar Bapak Mukhlis Basri sebagai anggota komisi 1 yang bermitra dengan Kemenkominfo dapat memperjuangkan pengadaan jaringan internet gratis di desanya.

Menanggapi keinginan warga pekon Lakaran itu, Mukhlis menyatakan kepada warga siap memperjuangkan pengadaan jaringan internet secepatnya.

Dia berharap segera ada jaringan internet di desa Lakaran. Sudah bertahun-tahun warga di desa tersebut merindukan jaringan internet yang bisa mendukung mereka berkomunikasi dan mengakses informasi. Ujar Mukhlis.

“Mendorong pembangunan di desa itu harus didukung dengan jaringan telekomunikasi khususnya internet apalagi sekarang ini semua bidang pembangunan bergerak serba digital. Jika warga tidak bisa mengakses internet tentu akan ketinggalan,” lanjutnya.

Sementara dalam sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang dihadiri 150an peserta, Mukhlis menyampaikan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara adalah sebuah simbol dari keberagaman suatu bangsa, dan Peringatan Lahirnya Pancasila, 1 Juni yang saja berlangsung berapa hari lalu adalah momentum untuk mengembalikan spirit kebangsaan dan kenegaraan berdasarkan Pancasila.

*Pancasila membuat perbedaan jadi kekayaan, Pancasila merajut keragaman jadi keindahan, dan Pancasila itu mempersatukan bangsa*, jelas politisi PDI P yang memiliki jargon Aku Bangga jadi anak petani itu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *