ABG TEWAS GANTUNG DIRI DENGAN SEUTAS TALI RAFIA

PRINGSEWU – Entah setan apa yang merasuki seorang anak baru gede (ABG) berinisial ATS (15) warga Pekon Tritunggal Mulya, Kecamatan Adiluwih Pringsewu Lampung, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Jasad pria muda ini ditemukan pertama kali oleh kakeknya tergantung di sebuah kusen pintu kamar korban mengunakan sebuah seutas tali plastik (Rafia) Senin pagi (8/8).”Iya korban ditemukan pertama kali oleh kakek korban, Sukidi (72), dalam kondisi telah gantung diri dengan menggunakan tali plastik yang diikatkan di kusen kamar korban,” Kata Kapolsek Sukoharjo Iptu. Poltak Pakpahan mewakili Kapolres Pringsewu, AKBP. Rio Cahyowidi saat dikonfirmasi awak media Selasa (9/8).

Menurutnya, berdasarkan berdasarkan pengakuan saksi mata yakni kakek korban Sukidi, korban dari pagi hari tidak keluar dari dalam rumah hingga menjelang magrib. Kemudian sekira pukul 18.50 Wib saksi menuju rumah korban karena lampu penerangan rumah belum dinyalakan, sesampainya di rumah korban saksi memanggil-manggil korban tetapi tidak ada jawaban, kemudian saksi mencoba masuk akan tetapi seluruh pintu rumah terkunci dari dalam. Karena pintu dalam keadaan terkunci, saksi mencoba mendobrak pintu belakang dapur rumah, pada saat saksi sudah masuk dan menyalakan lampu saksi melihat korban dalam keadaan tergantung di kusen pintu kamar.”Mengetahui kejadian itu, kakek korban langsung berteriak meminta tolong kepada warga sekitar yang kemudian meneruskan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Setelah mendapat laporan dari warga lanjut Kapolsek, pihaknya langsung menerjunkan anggotanya ke TKP. Dan setelah sampai ke TKP, korban sudah dievakuasi oleh keluarga dan warga setempat. Dan dalam proses olah TKP, petugas menemukan seutas tali plastik yang terikat di kusen kamar korban yang diduga dipergunakan oleh korban untuk gantung diri.”Dari hasil pemeriksaan terhadap tubuh ATS oleh tim inafis dan tenaga medis dari Puskesmas Adiluwih, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban dan terdapat ciri khas bunuh diri. Dan untuk motif korban melakukan bunuh diri belum diketahui dan masih dalam penyeledikan Polisi,” ungkapnya.

Atas kajian tersebut imbuh Kapolsek, keluarga korban pun sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Mengingat, selama ini korban tinggal serumah dengan Ayah dan adik kandungnya, dan pada saat kejadian ayah korban sedang bekerja, sedangkan adik kandungnya sedang berada di rumah kakeknya. Sedangkan untuk Ibu korban sedang bekerja sebagai TKI di Malaysia.”Dari pengakuan saksi bahwa korban tidak pernah menceritakan kalau mempunyai masalah apa pun. Dan untuk Jenazah korban tadi malam sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (top)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *