Apriliati Bantu Keluarga Badriah, Salah Satu Keluarga yang Tak Tersentuh Bantuan PKH

Bandarlampung – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung Apriliati menyambangi salah satu keluarga di Bandarlampung yang diduga memberikan makan sembilan orang anaknya dengan nasi campur garam, Rabu (26/10).

Mirisnya lagi, keluarga ya g diketahui pasangan suami istri (Pasutri), Badriah (36) dan Firdaus (42) dan tinggal dikontrakan yang berukuran 3×5 meter di Kelurahan Segalamider, Lingkungan III, Kec.Tanjungkarang Barat, Bandarlampung itu tak tersentuh bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Padahal, setelah dicek kartu PKH mereka masih aktif.

Melihat kondisi mereka, Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia (KPPRI) Provinsi Lampung itu merasa prihatin dengan perjuangan pasutri Badriah (36) dan Firdaus (42) itu. Dirinya pun langsung memberikan bantuan langsung kepada keluarga tersebut secara pribadi.

Politisi PDI Perjuangan itu mengaku secara spontan ingin mengunjungi keluarga tersebut ketika hendak pergi ke Kantor DPRD Lampung. “Dan alhamdulillah langsung ketemu dengan pak Firdausnya dengan Bu Badriah,” katanya.

Dikatakannya, pasangan ini sudah memiliki tujuh anak, bahkan Badriah itu sendiri baru saja melahirkan lagi bayi kembar belum lama ini. “Kalau enggak salah anaknya kembar. Dan sekarang masih dirawat di rumah sakit sementara mereka tinggal di rumah kontrakan sangat memprihatinkan untuk mengurus sembilan anak dengan kondisi perekonomian yang seperti itu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Apriliati juga memberikan motivasi kepada keluarga tersebut untuk tidak menyerah dengan anaknya yang masih kecil-kecil sekali, meskipun dengan kerja mereka yang terbilang masih serabutan.

Dirinya juga berjanji akan mencari solusi dan mempertanyakan kepada Dinas Sosial terkait keluarga mereka yang tidak mendapatkan bantuan PKH.

“Saya cek kartu PKH masih aktif, tetapi mengapa mereka tidak dapat PKH dari Dinas Sosial sejak dua tahun terakhir. Ini yang harus dipertanyakan ke Dinas Sosial Kota Bandarlampung,” jelasnya.

Bahkan, dirinya menduga ada beberapa keluarga yang tidak mampu di Bandarlampung seharusnya berhak namun tidak mendapatkan bantuan penyaluran dengan artinya Penyaluran PKH tidak tepat sasaran.

“Saya akan mendalami persoalannya PKH bukan hanya PKH Ibu Badriah dengan Pak Firdaus bahkan ada beberapa orang yang mempunyai kasus yang sama di luar Ibu Badriah dan keluarga Pak Firdaus tersebut berarti bukan kali pertamanya sebenarnya kasus yang sama karena kartu PKH masih aktif namun tidak terima bantuan. Nah ini yang perlu saya dalami,” tambahnya.

Apriliati berharap para relawan maupun dermawan saling membantu keluarga tidak mampu di Bandar Lampung.”Siapa pun tidak ingin miskin namun sebagai sesama makhluk sosial harus saling membantu.

“Apalagi kami dari PDI Perjuangan sangat sekali membumikan nilai-nilai Pancasila sebagai nilai yang bisa kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *