Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Mukhlis Basri Serukan Hindari Konflik SARA

Bandarlampung – Anggota DPR/MPR RI Mukhlis Basri menggelar sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Korpri Raya, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung, Jumat (30/12). Adapun 4 pilar kebangsaan yang menjadi materi sosialisasi yakni Pancasila, Wawasan Kebangsaan, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan dihadiri oleh 150-an peserta, tokoh masyarakat setempat dan pengurus partai.

Anggota Komisi I DPR RI menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program dari DPR/MPR RI terkait tentang pentingnya 4 pilar yang perlu diketahui oleh seluruh warga negara Republik Indonesia.

Dimana saat ini guna mencegah terjadinya paham yang bertentangan dengan ideologi negara yakni salah satunya paham tentang radikalisme. “Oleh karena itu, kami selaku anggota DPR/MPR RI memiliki tugas dalam hal mensosialisasikan 4 pilar MPRI RI di seluruh Indonesia. Karena dengan dilandasi 4 pilar ini, persatuan dan kesatuan negara kita tetap terjaga dengan satu ideologi yang sama yakni Pancasila sebagai dasar negara,” imbuhnya.

Selain itu, Politisi PDI Perjuangan ini juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menghindari konflik sara, berita hoax, serta hal-hal lainnya yang bisa memecah persatuan dan kesatuan.

“Mengingat tahun 2024 adalah tahun politik. Dan setiap menjelang tahun politik pasti banyak berita-berita hoax dan isu sara, maka dari itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menghindari semua itu,” tegas mantan bupati Lampung Barat dua periode ini.

Lebih lanjut ia menyampaikan, tujuan dari pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar adalah untuk menanamkan kesadaran dalam diri kita, akan pentingnya 4 (empat) pilar penyangga utamanya kokoh bangsa Indonesia, yakni Pancasila, Undang–undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Oleh karena itu, saya berharap kita semua yang hadir di sini, dapat menghayati dan mengamalkan nilai–nilai Pancasila, Undang–undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari–hari,” sebut Bupati.

Sebab nilai-nilai Pancasila, Undang–undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang digagas oleh pendiri bangsa ini atau the founding father akan senantiasa relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia, baik di masa lalu, masa kini, dan di masa yang akan datang.

“Terutama terhadap pilar akhlak yang sangat diharapkan oleh para pendiri bangsa untuk perlu kita bangun dan budayakan, khususnya pembentukan karakter sumber daya manusia, yang ber-adab dan berakhlak mulia atau Well-being dalam segala sektor kehidupan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Mukhlis juga mengucapkan selamat Natal dan tahun baru. “Dan sebagai penutup, saya mengucapkan selamat Natal dan tahun baru. Semoga di tahun 2023 nanti, kita menjadi lebih baik dan bisa mencapai apa yang menjadi harapan kita semua,” tutupnya. (Rls).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *