Komit Bangun Kampung Halaman

MANTAN Anggota legislatif 2 periode di DPRD Kabupaten Tulangbawang, Ketut Anom memastikan memilih pulang kampung untuk ikut serta membangun daerah asalnya melalui tahapan pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2024 mendatang.

Artinya, ini kali ketiga bagi politisi partai PDIP itu yang juga diketahui sebagai pengusaha hasil laut kepiting rajungan di Desa Cabang, Kecamatan Bandar Surabaya, Lampung Tengah (Lamteng) itu maju sebagai calon wakil rakyat di parlemen.

“Dua periode saya tercatat sebagai mantan anggota DPRD Tuba, akan tetapi pada Pileg 2024 mendatang sy akan maju sebagai Caleg dari PDIP untuk daerah asal saya yakni Kabupaten Lamteng,” Ujar Ketut kemarin.

Boleh jadi, lanjut Pak Tut – sapaan akrapnya – keputusan dirinya lebih memilih mendaftar sebagai wakil rakyat pada Pileg 2024 mendatang, merupakan upaya dirinya untuk tetap terus berkomitmen membangun kampung halamannya yang notabene-nya berasal dari wilayah di Kabupaten Lamteng.

“Yah bisa dibilang tradisi pulang kampunglah. Dimana saya akan terus berjuang dan konsisten memajukan daerah asal saya melalui kursi parlemen di DPRD Lamteng jika nanti saya terpilih pada Pileg 2024 mendatang dan diberikan amanah serta kepercayaan masyarakat,” sambung Ketut Anom yang tercatat sebagai pengurus Wakil Ketua I Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Bandar Surabaya tersebut.

Harapannya, sambung Ketut Anom, masyarakat sebagai mata pilih yang ada di beberapa kampung dan kecamatan di Daerah Pemilihannya (Dapil) meliputi Putra Rumbia, Rumbia, Bandar Mataram, Bumi Nabung, Seputih Surabaya dan Bandar Surabaya dapat bertindak sebagai pemilih cerdas dan bijaksana dalam menentukan wakil rakyat untuk 5 tahun mendatang bukan hanya dilihat dari profile para caleg atau pun janji – janji manis yang umumnya selalu dilontarkan kepada masyarakat guna mencari simpati dan dukungan.

“Pemilih cerdas itu adalah mereka yang bisa melihat kwalitas dan kemampuan di berbagai aspek serta manajerial masing – masing caleg,” urai Ketut Anom panjang lebar.

Yang lebih utama adalah kemampuan dan pengalaman masing – masing Caleg yang ikut maju dan berlomba – lomba mendulang dukungan warga wajib menjadi tolok ukur penting.

“Yang penting jangan memberikan dukungan kepada caleg berdasarkan tebalnya isi amplop (politic money), tentu ini sangat tidak etis dan berpengaruh bagi kemajuan daerah lantaran politik jual beli suara, ini bisa berbahaya bagi sistem demokrasi pada Pileg mendatang,” imbuhnya.

Hal sederhana yang bisa dia lakukan saat ini, sambung Ketut Anom dalam upaya ikut mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan dimaksud, bisa dilihat pada lingkup usaha dan bisnis yang sedang ditekuni olehnya dan sudah berjalan beberapa tahun lalu tepatnya di Desa Cabang, Kecamatan Bandar Surabaya.

Dimana saat ini, pihaknya selaku pemilik (Owner,red) usaha dan perusahaan sudah menerapkan kepada semua karyawan yang bekerja di perusahaan miliknya khususnya dalam hal pengelolaan hasil tangkapan laut jenis kepiting rajungan oleh para nelayan dari wilayah garis pantai Labuhan Maringgai, Lampung Timur yang diproses serta dikelola dengan mengedepan kwalitas premium serta mutu dan layak dikonsumsi konsumen.

“Tentu donk dengan menerapkan sistem saling menguntungkan kedua pihak antara karyawan dengan pihak perusahaan (pengusaha,red) akan berdampak kepada kesejahteraan khususnya pendapatan karyawan,” kata Ketut Anom pria berdarah asli Bali itu. (sul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *