Oleh
Dr. Hasbullah, M. Pd .I
Dosen Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Founder Tadarus Kehidupan
Demokrasi yang berdaulat adalah cita-cita setiap negara yang ingin memberikan suara kepada rakyat untuk mengambil peran dalam mengatur negara. Rakyat menjadi komponen penting dalam proses demokrasi berdaulat. Namun, untuk mencapai demokrasi yang berdaulat, diperlukan kecerdasan masyarakat dalam memilih pemimpin dan membuat keputusan politik yang tepat untuk kemajuan negara. Kecerdasan ini tidak hanya mencakup pemahaman tentang isu-isu politik, tetapi juga kritis, objektif, dan berdasarkan informasi yang akurat. Masyarakat cerdas akan senantiasa peduli dan berperan aktif dalam melahirkan kualitas dan kemajuan negara.
Catatan besar bahwa salah satu poin penting dalam mencapai demokrasi yang berdaulat adalah pemahaman masyarakat tentang isu-isu politik dan kebijakan publik. Masyarakat yang cerdas akan berusaha untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, serta mampu menganalisis informasi tersebut secara kritis. Dengan memahami implikasi dari setiap kebijakan atau keputusan politik, masyarakat akan dapat membuat pilihan yang lebih bijak dan sesuai dengan kepentingan bersama. Oleh karenanya ada usaha arus informasi berkaitan dengan politik sampai ke masyarakat.
Kecerdasan masyarakat juga berarti memiliki pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan partisipasi aktif dalam proses politik. Masyarakat yang cerdas akan memahami pentingnya menghormati hak-hak minoritas, mendukung kebebasan berekspresi, dan berperan dalam menjaga keseimbangan antara kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Kecerdasan yang di bangun bukan hanya mengetahui dan kewajiban saja. Dengan demikian, masyarakat akan mampu mendorong perkembangan demokrasi yang berdaulat.
Kecerdasan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemahaman memilih dan menentukan pilihan, tetapi juga harus difahamkan integritas dalam memilih. Masyarakat yang cerdas akan melawan pengaruh uang atau janji-janji kosong dalam proses politik. Mereka akan memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak, integritas, dan kemampuan untuk melayani kepentingan rakyat. Oleh karenanya pelaku politik juga harus diarahkan pada tampilan rekam jejak dan pemikiran terkait ide serta gagasan kepemimpinan ke depan jika ingin melahirkan demokrasi yang berdaulat. Sehingga masyarakat yang cerdas juga akan mengawasi kinerja para pemimpin yang telah terpilih, serta memberikan kritik konstruktif bila diperlukan.
Dalam era digital, kecerdasan masyarakat juga termasuk kemampuan untuk memilah informasi yang benar dari hoaks dan informasi palsu. Masyarakat perlu memiliki literasi media yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat atau berita palsu. Ini memerlukan pendidikan dan kesadaran kolektif untuk menghindari penyebaran informasi yang salah dan merusak suasana politik. Sehingga pemerintah harus berani menjamin kepastian informasi, dengan tidak memihak dan dipengaruhi oleh kekuasaan yang ada.
Secara keseluruhan, kecerdasan masyarakat dalam memilih dan berpartisipasi dalam proses politik merupakan fondasi penting bagi demokrasi yang berdaulat. Pemahaman yang mendalam tentang isu-isu politik, nilai-nilai demokrasi, integritas dalam memilih, dan kemampuan memilah informasi adalah elemen-elemen kunci yang akan mengarah pada proses politik yang lebih transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Hanya dengan masyarakat yang cerdas dan berpengetahuan, demokrasi yang berdaulat dapat tercapai dan dipertahankan.
Kecerdasan masyarakat dalam memilih merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas demokrasi suatu negara. Memilih dengan bijaksana bukan hanya tentang hak, tetapi juga tanggung jawab untuk mengambil keputusan yang berdampak pada arah pembangunan dan kebijakan publik. Bagaimana mengembangkan kecerdasan masyarakat dalam proses pemilihan? Ada lima langkah yang dapat kita lakukan untuk menggerakkan kecerdasan masyarakat dalam menentukan demokrasi yang berdaulat.
Pertama. Pendidikan Politik. Pendidikan politik berperan penting dalam mengembangkan kecerdasan masyarakat dalam memilih. Program pendidikan politik yang melibatkan pemahaman tentang hak dan kewajiban pemilih, serta pengetahuan tentang partai politik dan calon yang bersaing, dapat membantu masyarakat membuat keputusan yang berdasarkan informasi dan analisis. Sehingga pemerintah dan penyelenggara pemilu, harus memastikan sudah menyediakan ruang tetap
Kedua. Akses Informasi yang Terbuka. Ketersediaan informasi yang akurat dan tidak bias sangatlah penting. Pemerintah, lembaga media, dan kelompok masyarakat sipil harus bekerja sama untuk memberikan informasi yang jelas tentang calon, platform mereka, dan isu-isu krusial. Akses mudah terhadap debat publik dan analisis kebijakan dapat membantu masyarakat memahami implikasi dari setiap pilihan.
Ketiga. Kemampuan Analisis Kritis. Mengembangkan kemampuan analisis kritis adalah kunci dalam memilih dengan bijaksana. Masyarakat perlu memahami bagaimana menerjemahkan janji politik dan mengidentifikasi retorika kosong. Kemampuan ini membantu mereka menghindari dipengaruhi oleh propaganda dan membuat pilihan berdasarkan fakta dan data yang valid.
Keempat. Diskusi dan Debat Terbuka. Mendorong diskusi dan debat terbuka di masyarakat membantu menggali berbagai sudut pandang dan mempertajam argumen. Kelompok masyarakat sipil, lembaga pendidikan, dan media sosial dapat menjadi tempat bagi dialog yang produktif. Ini membantu masyarakat melihat isu dari berbagai perspektif sebelum membuat keputusan.
Kelima. Etika dalam Berpolitik. Mengajarkan etika dalam berpolitik penting untuk menghindari praktek-praktek yang merusak proses demokrasi. Masyarakat perlu memahami nilai-nilai seperti toleransi, rasa hormat terhadap perbedaan pendapat, dan tanggung jawab dalam menyebarkan informasi yang benar.
Kecerdasan Masyarakat dalam demokrasi ini tentu tidak bisa dijalankan oleh satu pihak saja, melainkan ini harus dikerjakan secara kolektif, dengan semangat melahirkan demokrasi yang bermartabat dan berdaulat agar terlahir pemimpin bangsa yang bisa mewujudkan cita-cita luruh bangsa. (*)






