Tim pemenangan daerah capres – cawapres di Lampung telah sepakat dan menunjuk komandan perangnya untuk memenangkan pilpres 2024. Penunjukkan itu diklaim berdasarkan pengalaman serta ketokohan mereka yang diharapkan mampu meraup suara terbanyak.
Mereka adalah pertama Mantan Wakil Gubernur Lampung yang juga Ketua DPW PKB Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik ditunjuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Kedua, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Lampung, Faishol Djausal ditunjuk sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran, yang merupakan bagian dari Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Ketiga, Brigjen Pol (Purn) Edward Syah Pernong resmi ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Calon Presiden dan Wakil Presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Wakil Ketua Bidang Media dan Publikasi DPW Nasdem Lampung Rakhmat Husen, penunjukkan Nunik sebagai Ketua TPD AMIN di Lampung berdasarkan kesepakatan bersama parpol koalisi, Nasdem, PKB, dan PKS. “Dimana Nunik sebagai ketua, Herman HN sebagai sekretaris, dan Mufti Salim sebagai bendahara,” ujar Husein belum lama ini.
Menurutnya, komposisi itu sudah sangat pas. Dan pada pinsipnya semua partai koalisi di Lampung sangat nyaman dengan komposisi tim kampanye daerah ini. “Sehingga, kiya yakin mesin tim pemenangan maupun mesin parpol akan berjalan maksimal dan Pasangan Anies-Muhaimin menang di Lampung,” tukasnya.
Terpisah, Koordinator Juru Bicara Tim Kampanye Daerah Lampung Prabowo-Gibran, Mahrizal Sinaga mengatakan, pemilihan Faishol Djausal sebagai ketua tim kampanye daerah merupakan langkah konkret untuk memastikan perwakilan yang kuat dan terkait dengan masyarakat Lampung.
“Tim kampanye siap untuk menghadirkan visi dan misi Prabowo-Gibran dengan penuh dedikasi, dengan keyakinan bahwa sinergi dan kebersamaan akan menjadi kekuatan utama menuju kemajuan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Disisi lain, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung Sutono mengatakan, penunjukan mantan Kapolda Lampung itu telah disepakati partai pengusung seperti PDI Perjuangan, PPP, Perindo, dan Hanura. “Ia sepakat beliau diusung,” ujarnya.
Menurut Sutono, Edward yang bergelar Paduka Yang Mulia Saibatin Puniakan Dalom Beliau (PYM SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong Sultan Sekala Brak yang Dipertuan ke-23 Kepaksian Pernong Lampung itu, ditunjuk bukan tanpa alasan. Beberapa kriteria yang ada di dalam diri purnawirawan jenderal polisi tersebut dinilai cocok.
Sutono menyebut, Edward punya ideologi yang sejalan dengan Bung Karno, seperti NKRI, Kebhinekaan, dan lainnya. Kemudian sosoknya dinilai bisa membela wong cilik dan tidak memihak ke korporasi besar.
Selain itu, beliau juga memiliki integritas dan menjadi cerminan sebagai tokoh adat dan purnawirawan yang menjadi panutan masyarakat Lampung. “Perilaku beliau dicontoh masyarakat, dan juga beliau bisa meyakinkan masyarakat Lampung,” kata mantan Sekdaprov Lampung itu.
Mengenal komandan perang capres-cawapres di Lampung
Pertama, Nunik
Hj. Chusnunia Chalim S.H., M.Si., M.Kn., Ph.D. (lahir 12 Juli 1982) adalah politikus Indonesia yang menjabat Wakil Gubernur Lampung sejak 12 Juni 2019 hingga 5 Oktober 2023. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dan Bupati Lampung Timur.[3] Ia adalah putri pertama dari pasangan KH Abdul Halim dan Kholisoh. Ia juga menjadi anggota delegasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk ASEAN Inter-Parliamentary Assembly pada tahun 2012.
Chusnunia telah mempromosikan kabupaten Lampung Timur sebagai tujuan wisata internasional melalui keindahan alamnya. Enam anak gajah telah lahir di Taman Nasional Way Kambas selama dua tahun pertama masa kerjanya, salah satunya dia beri nama sendiri. Beberapa bulan setelah menjabat, dia memimpin festival di Taman Nasional termasuk bermain sepak bola dengan terong dan kontes makan kerupuk.
Nunik resmi menjadi kader dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah 2004 lalu. Ia langsung dipercaya menjadi Kepala Administrasi dan Keuangan dari Fraksi PKB di DPRD Provinsi Jawa Tengah untuk periode 2004-2005. Setelah itu ia diangkat menjadi staf kepengurusan DPP PKB di Jakarta untuk di tahun 2005-2008.
Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Nunik pernah diperbantukan menjadi staf Khusus Menteri Tenaga Kerja di Kabinet Indonesia Bersatu, yaitu pada tahun 2007. Kala itu ia dipercaya menjadi Koordinator Zona di Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal.
Pada Pileg 2009, Nunik terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014. Kemudian di Pileg 2014 ia kembali terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019, dan bertugas di Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Baru dua tahun menjabat, Nunik dipinang Arinal Djunadi sebagai pendamping di pemilihan umum Gubernur Lampung 2018. Meski ada beberapa pinangan, namun ia memilih bersanding dengan Arinal. Alasannya karena memiliki visi yang sama, yaitu sama-sama anak petani yang peduli pada nasib petani dan sektor pertanian.
Kedua, Faisol Djausal
Faisol Djausal diketahui merupakan seorang pengusaha sukses dan dikenal dermawan yang memiliki sejumlah perusahaan di Lampung. H Faisol Djausal selain pengusaha merupakan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Provinsi Lampung.
Pengusaha yang memiliki ciri khas kerap memakai topi laken ini pernah menghadirkan Ustad Abdul Somad di rumah pribadinya Jalan Nusa Indah No.31, Pahoman, Bandar Lampung, pada Desember 2017 lalu. Ia juga diketahui memiliki perusahaan diantaranya dengan nama Rindang Asia Energi, dan bertindak sebagai komisaris utama.
Faisol juga dikabarkan merupakan orang dekat Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Faisol pernah beberapa kali muncul bersama Arinal Djunaidi baik sebelum Arinal dilantik menjadi gubernur maupun sesuai dilantik sebagai gubernur Lampung.
Momen kedekatan Faishol dan Arinal Djunaidi juga terekam dari penelusuran awak media saat Arinal Djunaidi terpilih sebagai Gubernur Lampung dan belum dilantik di tahun 2019 lalu. Dimana saat itu Faishol terdokumentasi menemani Arinal Djunaidi meninjau Jalan rusak di Jalan Ryacudu, Korpri, Sukarame, Bandar Lampung pada Mei 29 Mei 2019 seperti yang termuat di media online lokal Lampung.
Pengusaha yang terkenal dengan trade mark nomor 31 ini memiliki anak -anak yang sukses di dunia bisnis dan politisi. Diantaranya Rahmat Mirzani Djausal yang merupakan Ketua Partai Gerindra Provinsi Lampung. Kemudian ada juga Arie Nanda Djausal anak Faishol Djausal yang juga pengusaha sukses dan mantan Ketua BPD HIPMI Lampung.
Ketiga, Edwardsyah Pernong
Brigadir Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Edward Syah Pernong, S.H., M.H. (lahir 27 Januari 1958) adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 31 Desember 2015 dimutasi sebagai Pati Yanma Kapolri (dalam rangka pensiun).
Edward berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan struktural terakhir jenderal berbintang satu ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Lampung dan digantikan oleh Brigadir Jenderal Polisi Ike Edwin yang kebetulan ialah adik sepupunya.
Edward Syah Pernong meraih sarjana dari fakultas hukum Universitas Gadjah Mada pada 1983, dan mengawali karier kepolisian saat mendaftar Sekolah Pewira (Sepa). Perjalanan kariernya cukup fantastik. Pertama ditempatkan di PTIK pada 1984. Setelah itu disekolahkan oleh gubernur PTIK di Dikjur Serse.
Lalu, masuk Selapa Dikreg XX 1992, kemudian ditempatkan di Jakarta, kali ini di Polda Metro Jaya, sebagai Kasubnit I, Reserse Umum. Tidak lebih tiga bulan di sana, dipercayakan menjadi Kasatserse Polres Metro Bekasi pada 1992. Prestasinya dalam mengungkap banyak tindak kejahatan membuat Presiden Soeharto waktu itu memanggilnya ke Istana Negara dan memberikan Lencana Adhi Satya Bhakti.
Edward Syah Pernong mendapat promosi menduduki jabatan Komisaris Besar kepolisian, yaitu menjadi Kapolres Metro Bekasi, Kapolres Metropolitan Jakarta Barat, dan Kapolwiltabes Semarang. Setelah lebih dari delapan tahun dirinya mendapatkan pangkat Brigadir Jenderal Polisi sesuatu yang langka untuk seseorang yang mengawali karier bukan dari Akpol.
Selain sebagai seorang Perwira tinggi Kepolisian, ia juga adalah sebagai Sultan Kepaksian Pernong di Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, yang berada di Batu Brak, Provinsi Lampung. (*).






