Bandarlampung – KPU Provinsi Lampung meminta jajaran KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung untuk mengaktifkan media sosial (medsos)-nya masing-masing. Hal itu penting dilakukan agar informasi terkait pemilu dapat tersampaikan luas kepada masyarakat, terlebih pemilu 2024 ini didominasi pemilih milenial yang tidak jauh-jauh dari medsos.
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Dan Parmas KPU Provinsi Lampung Antoniyus Cahyalana, menyampaikan pemanfaatan Medsos di era digital dan milenial saat ini sangat penting untuk penyelenggaraan Pemilu 2024 bisa optimal.
“Khususnya dalam hal penyampaian informasi tahapan Pemilu, baik itu di tingkat kecamatan hingga kelurahan/desa,’’ jelas Anton dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan media sosial KPU se-Provinsi Lampung di Hotel Sheraton Bandarlampung, Senin (4/12).
Dengan demikian, sambung Anton, seluruh informasi tahapan Pemilu bisa tersampaikan di Medsos masing-masing. Sehingga masyarakat, baik itu calon pemilih ataupun peserta pemilih bisa mengetahui update informasi terbaru dari penyelenggaraan Pemilu 2024.
“KPU sekarang harus punya beberapa platform, seperti Instagram, Facebook, Twitter, Youtube, dan Tiktok. Semua kegiatan KPU akan di-share melalui platform media sosial tersebut sehingga masyarakat dapat mengikuti tahapan Pemilu yang sedang dilaksanakan oleh KPU. Ini harus jadi perhatian temen-temen KPU di daerah,” jelasnya.
Dari Bimtek tersebut, Fathul menargetkan, anggota PPK dan PPS setiap harinya bisa mempublikasikan informasi sekaligus berita kegiatan di tingkat wilayah masing-masing.
“Sehingga, masyarakat bisa mengakses informasi terkait tahapan Pemilu. Termasuk juga visi-misi dari bakal calon bisa tersampaikan kepada masyarakat melalui Medsos masing-masing,’’ terangnya.
Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Lampung, Erwan Bustami mengatakan manajemen mengelola media terutama dalam era digital.
Untuk KPU itu berbeda dengan institusi yang lain, karena tidak hanya dituntut untuk bisa menyampaikan informasi tapi juga harus mampu melakukan edukasi kepada masyarakat pemilih sekaligus bisa meningkatkan partisipasi mereka dalam aktivitas kepemiluan.
“Berita itu dilepas tidak hanya cukup untuk memberikan informasi tapi ada misi-misi tertentu yang itu patut menjadi perhatian, sehingga dalam menyusun pemberitaan menyampaikan informasi kepada masyarakat tentunya ada beberapa aspek yang patut kita pertimbangkan,” kata Erwan.
Ditegaskannya, apalagi pada saat penyelenggaraan pemilu seperti ini, audit pemberitaan itu menjadi penting untuk memastikan bahwa apa yang diinformasikan , tips bangun data sesuai dengan fakta dan bisa memberikan manfaat kepada pemilih.
“Setelah mendapatkan ilmu dari Bimtek ini selanjutnya melakukan praktek diimplementasikan dengan baik, dengan demikian justru keterampilan kita dalam mengasah keilmuan itu menjadi tantangan berikutnya setelah kita mengikuti kegiatan-kegiatan bimtek seperti ini,” tandasnya. (*).






