Bandarlampung — Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, tengah berbahagia. Ia lulus Program Doktoral Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (PDIE FEB Unila).
Tak hanya itu. Ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik tingkat universitas dan fakultas dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83. Lulusan doktor ke-36 pada PDIE FEB Unila ini pun mengikuti wisuda periode ketiga Tahun Akademik 2023/2024 di GSG Unila, Sabtu (20/1). Wisuda digelar untuk program doktor, magister, profesi, sarjana, dan diploma semester genap.

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., memberikan selamat dan rasa bangga kepada seluruh wisudawan dalam pidatonya. “Saya atas nama keluarga besar Unila mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan. Jagalah nama almamater dan terus belajar untuk Indonesia maju dan Unila Jaya,” ujar Prof. Lusmeilia Afriani.
Rektor juga menekankan prestasi Unila dalam berbagai bidang, seperti meraih akreditasi Unggul, Gold Winner Anugerah Humas Diktiristek 2023, dan menjadi juara dalam karya tulis ilmiah.
Pada semester ganjil 2023, jumlah mahasiswa Unila yang meraih beasiswa mencapai 4.756 orang. Prof. Lusmeilia Afriani mengajak para lulusan untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan menjaga reputasi baik Unila di mata masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Dr. Eng Suripto Dwi Yuwono, M.T., menyampaikan laporan terkait wisuda periode tiga. Marindo Kurniawan meraih predikat lulusan terbaik program doktor S-3 ilmu ekonomi dengan total skor 374.
Dari program magister, Nanda Kurniasari (magister kehutanan) dan Muhammad Fahmi Rizaldy (magister perencanaan wilayah dan kota) menjadi lulusan terbaik dengan skor masing-masing 373 dan 359.
Pada jenjang sarjana, tiga lulusan terbaik adalah Muhammad Rian Hidayat (matematika dan ilmu pengetahuan alam) dengan skor 334, Aura Sabrina Afidatur Rachma (ilmu sosial dan ilmu politik) dengan skor 256, dan Kotiyah (manajemen) dengan skor 195. Sementara itu, lulusan terbaik dari program diploma adalah Devi Sawitri (D-3 manajemen pemasaran) dengan skor 195.
Terpisah, Ketua PDIE Unila, Prof Satria Bangsawan didampingi Dekan FEB Unila, Prof Nairobi mengaku bangga atas prestasi yang diraih oleh Marindo. “Prestasi yang bersangkutan sangat membanggakan,” puji Prof Satria.
Menurut dia, selama menjalani studi Marindo merupakan mahasiswa yang aktif dalam kegiatan akademik. “Ini bukti meski sibuk sebagai ASN, jika konsisten dan komitmen bukan mustahil mencapai prestasi,” paparnya.
Sebelumnya, pada 22 November 2023 Marindo telah melakukan sidang promosi doktor di Ruang Auditorium Gedung G lantai 2 Pascasarjana FEB Unila. Dihadiri sekitar 120 tamu undangan, prosesi sidang oleh sembilan penguji tersebut berjalan lancar.
Marindo terlihat sangat menguasai materi yang disampaikan dan dapat menjawab semua pertanyaan penguji dengan lancar. Dengan begitu, isi dari disertasi yang ‘berjudul Perilaku Kepatuhan Membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tingkat Provinsi di Indonesia’ dapat tersampaikan dengan baik.
Penguji dari luar Unila yang hadir adalah Prof Yasri dari FEB Universitas Negeri Padang (UNP). Tim penguji internal terdiri dari Prof Satria Bangsawan sebagai co-promotor dan Prof Mahrinasari (promotor). Lalu, Prof Nairobi, Dr Roslina, dan Dr Ayi Ahadiat yang juga Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Teknologi Informasi Unila.
Marindo menjelaskan, perpajakan memiliki peran yang sangat signifikan dalam negara, terutama dalam penyelenggaraan pembangunan. Pajak merupakan sumber penerimaan negara untuk membiayai semua pengeluaran termasuk biaya pembangunan.
Kepatuhan pajak menjadi subjek penting untuk perpajakan pribadi dan perusahaan di negara maju dan berkembang. “Kepatuhan pajak menekankan tanggung jawab wajib pajak untuk melaporkan pendapatan dan menentukan kewajiban pajak,” jelas Marindo. (*)






