Bandarlampung – Caleg DPR RI Dapil Lampung I Alzier Dianis Thabranie meminta pemungutan suara ulang (PSU) di untuk pileh DPR RI dapil Lampung I dan pertanggung jawaban KPU Provinsi Lampung. Hak itu buntut atas hilangnya ribuan suara dirinya serta naik turunnya di Aplikasi Sirekap milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Menurutnya, aplikasi Sirekap menang tanggung jawab KPU RI. Namun, kaya dia, teknis dilapangan atau dibawah adalah jajaran dan petugas KPU Lampung yang bekerja menghitung suara
“Ini udah nggak bener kerjanya, masak kita dibuat bingung dengan hasil hitung suara ini. Makanya pileh untuk DPR ri ini saya minta PSU dan saya minta pertanggung jawaban KPU Lampung,” kata dia.
Dia menunjukkan tampilan Sirekap yang menghitung suara real time pada Senin (17/2) pukul 06:18 WIB dengan data masuk 67,31 persen suaranya masih 13.896.
Tetapi suaranya mendadak hilang 2.727 saat data masuk 67,82 persen pada pukul 12.00 WIB menjadi 11.169 suara
Kemudian pada pukul 18.00 WIB, suaranya hilang lagi 3.196 suara sehingga suaranya menjadi 7.973.
“Masa suara saya bisa berkurang ribuan, dimaling siapa ini? Ini kan dari KPU sendiri? Jangan sampai ada permainan,” kata Alzier, Senin (19/2).
Caleg dan politisi senior Golkar ini meminta KPU menjelaskan hal ini, dan Bawaslu mengawasi proses penghitungan suara dengan baik.
“Kalau salah input semua bisa salah input? Kami tidak terima, ini harus bisa dipertanggungjawabkan karena berpengaruh kepada suara rakyat yang memilih saya dan Partai Golkar,” pungkasnya. (*).






