Koraneditor.co, Pringsewu – Polres Pringsewu gerak cepat siap tanggap bencana, dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk membantu warga yang terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pringsewu.
Kapolres Pringsewu, AKBP M. Yunnus Saputra, menyampaikan komitmennya saat meninjau langsung kondisi di Pekon Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, yang menjadi salah satu titik terparah yang terdampak banjir.“Kami telah mengerahkan seluruh sumberdaya yang ada untuk melakukan penanganan banjir di setiap wilayah yang terdampak. Proses evakuasi dan pengaturan lalu lintas di lokasi banjir terus dilakukan secara terpadu bersama tim gabungan TNI, BPBD, dan instansi terkait lainnya,” katanya, Senin (20/1/2025).
Kapolres menjelaskan, Polres Pringsewu juga telah mendistribusikan bantuan berupa sembako, Nasi kotak, air bersih, layanan kesehatan, dan juga obat-obatan kepada warga terdampak. Selain itu juga, Polres akan selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti BPBD, Basarnas, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial, terus ditingkatkan untuk memastikan langkah penanganan banjir berjalan optimal.”Di Pekon Sidoharjo, sebanyak 1.231 warga dari 300 kepala keluarga (KK) terdampak banjir akibat luapan Sungai Way Bulok. Luapan ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah Pringsewu dan sekitarnya, selama beberapa hari terakhir ditambah kiriman air dari wilayah Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.

Lebihlanjut Kapolres berdoa, semoga banjir dapat segera surut sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Namun, warga dihimbau untuk tetap waspada dan terus memantau informasi cuaca dan potensi banjir susulan melalui media yang ada.”Saya minta kepada masyarakat untuk segera melaporkan kendala di lapangan kepada Polri, khususnya kepada Bhabinkamtibmas yang telah disiagakan di setiap lokasi yang terdampak banjir,” pintanya.
Sebagai informasi, akibat hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Pringsewu dalam beberapa hari terkahir, banjir melanda setidaknya tiga kecamatan, yaitu Pringsewu, Gadingrejo dan Ambarawa. Selain merendam pemukiman penduduk, banjir juga menggenangi ratusan hektar sawah yang belum lama ditanami yang berada disepanjang aliran sugai Way Bulok.
Dan musibah banjir ini menjadi yang terparah kedua kalinya setelah bencana serupa pada tahun 2017 lalu, dimana akses menuju pusat pemerintahan Kabupaten Pringsewu hampir terputus akibat tingginya debit air. Dengan kondisi yang ada, Polres Pringsewu bersama instansi terkait terus berupaya mengantisipasi dampak lebih lanjut dari banjir, termasuk potensi kerugian material yang lebih besar dan risiko kesehatan bagi warga terdampak.






