Tudingan PMII Kepada Zulhas Makan Tuan

Bandarlampung – Pernyataan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bandarlampung yang menuding Menko Pangan, Zulkifli Hasan sebagai penyebab anjloknya harga singkong di Lampung, bak senjata makan tuan. Selain menunjukkan ketidakpahaman persoalan, tudingan tersebut juga dinilai sarat kepentingan segelintir orang atau kelompoknya yang membawa-bawa seakan pembela petani singkong.

“Aksi massa demo mendesak pemerintah menjaga harga singkong dalam batas normal agar petani tak dirugikan patut kita apresiasi dan suport bersama. Tapi menjadi tidak produktif kalo kemudian dikembangkan isu tokoh Lampung yang kini Menko Pangan Bang Zul gak sejalan dengan Gubernur Iyai Mirza soal merespon harapan petani singkong. Mestinya kita warga Lampung kompak agar tokoh-tokoh kita yang di pemerintahan, di daerah atau pusat kompak bekerja membangun untuk Lmapung maju,” kata Wakil Ketua DPW PAN Lampung, Suprapto.

Aktivis 98 itu secara khusus mengaku prihatin atas pernyataan Ketua PMII Cabang Bandarlampung yang menuding Zulhas biang kerok anjloknya harga singkong di Lampung. Menurutnya Zulhas adalah tokoh yang hetol membela kepentingan masyarakat Lampung.

“Zaman sekarang tinggal dilihat aja jejak digitalnya, bener apa vuma ngaku-ngaku. Orang luar saja bangga melihat kiprah Bang Zul untuk Indonesia dan Lampung, kita warga Lampung kok tega-teganya menuding tanpa dasar,” tegasnya.

Dikatakan, juga ternyata yang menentukan bisa tidaknya impor tepung tapioka itu bukan Mendag atau Menko Pangan, tapi Menteri Perikonomian. Dia sependapat gerakan pembelaan kepada petani singkong terus harus digelorakan, tapi harus juga dijaga agar tidak ditunggangi kepentingan pragmatis kelompok tertentu atau segelintir orang.

“Jangan sampai misalnya muncul penilaian PMII menyebut-nyebut PAN karna sekarang Menteri Desanya kader PAN, dan kader-kader PMII yang sekarang jadi pendamping desa meras tidak aman,” ujarnya.

Ketua Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Lampung ini mengatakan sebagai intelektual muda, aktivis mahasiswa sebaiknya jika menyampaikan pendapat dilengkapi data. Selain itu, aspirasi juga yang konstruktif bukan malah kontra profuktif atas tukuan yang akan dicapai. “ Tidak saling menyalahkan tapi justru menawarkan alternatif alternatif sulitif,” tukasnya.

Dia yakin bahwa seluruh elemen, mulai dari tokoh masyarakat, gubernur, DPRD, dan DPR asal Lampung. hingga Memteri tengah berupaya mencari solusi terbaik atas permasalahan ini.

“Mari kita saling mendukung, bukan saling menyalahkan. Koordinasi terus dilakukan untuk mencari jalan yang terbaik, khususnya soal singkong dan umumya untuk mewujudkan Lampung maju,” tambahnya.

Senada juga disampaikan, Wakil Ketua DPW Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Lampung Naufal Caya. Mantan aktivis mahasiswa itu menyayangkan pernyataan yang mengadu domba sesama tokoh Lampung, yakni gubernur dan Zulkifli Hasan, selaku Menko Pangan RI.

“Justru Bang Zul menjadi garda terdepan mencari solusi demi terwujudnya swasembada pangan, terutama mengurai persoalan singkong di Lampung,” papar Naufal.

Naufal juga mendorong seluruh pihak dan tokoh-tokoh Lampung untuk bahu membahu memecahkan solusi polemik harga singkong di Lampung dan bukan justru saling menyalahkan satu sama lain.

Sebelumnya, PMII dalam aksi unjuk rasa menuding Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas anjloknya harga singkong di Lampung, yang menyebabkan kerugian besar bagi para petani. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *