Video Pembalakan Viral — Warga Cemas, Penyelidikan Polisi Dimulai, Reboisasi Dipercepat
Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat setelah sebuah video dugaan pembalakan liar di Kabupaten Pesisir Barat viral dan memicu keresahan masyarakat. Rekaman yang memperlihatkan dua pria menebang kayu berukuran besar di perbukitan Pugung Penengahan, Kecamatan Pesisir Utara, langsung mendapat perhatian Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Melalui Dinas Kehutanan, Mirza mengeluarkan surat imbauan resmi kepada seluruh masyarakat untuk menghentikan segala bentuk penebangan pohon, terutama di kawasan hutan lindung.
“Hari ini saya keluarkan surat imbauan agar masyarakat tidak menebang pohon. Ini menjadi penyemangat kami untuk mempercepat reboisasi kawasan hutan lindung,” ujar Mirza, Senin, (8/12).
Ia menegaskan bahwa kerusakan hutan di Lampung sebagian besar disebabkan aktivitas perambahan oleh masyarakat. Situasi ini, menurutnya, memerlukan langkah cepat untuk mencegah risiko bencana di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan Sumatera dalam beberapa pekan terakhir.
“Kita melihat banyak hutan yang dirambah. Reboisasi harus segera dilakukan agar tidak terjadi kerusakan yang lebih jauh,” tegasnya.
Gubernur Mirza menuturkan bahwa langkah pengamanan kawasan hutan dan percepatan reboisasi akan menjadi fokus utama pemerintah dalam beberapa bulan ke depan.
“Kami tidak ingin Lampung mengalami peristiwa seperti di daerah lain di Sumatera. Kerusakan hutan harus dikendalikan dan kawasan lindung wajib dipulihkan,” katanya.
Ia juga mengajak pemerintah kabupaten, kepolisian, dan masyarakat untuk terlibat dalam menjaga kelestarian hutan Lampung. “Tanpa kerja bersama, reboisasi dan perlindungan kawasan hutan tidak akan berjalan optimal,” ujar Mirza.
Sebelumnya, video pembalakan yang beredar luas menunjukkan puluhan batang kayu gelondongan tergeletak memenuhi lereng bukit. Aktivitas itu membuat warga khawatir Lampung akan mengalami bencana serupa daerah lain.
“Tolong dihentikan aktivitas itu. Kami khawatir terjadi bencana seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Ajo, warga setempat.
Warga lain, Andala, menilai kegiatan itu bukan peristiwa baru. “Sudah lama, tapi tidak pernah tersentuh. Harapan kami setelah viral ini, kegiatan itu benar-benar dihentikan,” ujarnya.
Merespons cepat kekhawatiran publik, Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf turun langsung ke lokasi pembalakan. Ia memastikan aktivitas penebangan telah dihentikan dan sejumlah pihak telah dimintai keterangan.
“Kami sedang melakukan penyelidikan. Fakta-fakta di lapangan dan dokumen terkait harus diverifikasi sebelum menentukan status hukumnya,” ujar Helfi.
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum akan dilakukan jika terbukti ada unsur ilegal dalam aktivitas tersebut.
Dengan viralnya video pembalakan liar ini, pemerintah dan aparat kini berada di bawah sorotan publik. Warga menunggu langkah tegas dan terukur untuk menyelamatkan kawasan hutan Pesisir Barat—sebelum terlambat. (*).






