Bandarlampung – Di tengah hiruk-pikuk akhir tahun dan dinamika politik yang tak pernah sunyi, kepedulian sosial kembali menemukan maknanya. Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Rycko Menoza Sjachroedin Zainal Pagaralam bersama Handitya Narapati Sjachroedin Zainal Pagaralam hadir membawa pesan kebersamaan melalui penyaluran bantuan sembako kepada jemaat Gereja HKBP Kedaton, Selasa (16/12).
Sebanyak 200 paket sembako dibagikan langsung kepada jemaat. Bukan sekadar bantuan materi, kegiatan ini menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan kemanusiaan tetap berdiri kokoh di tengah perbedaan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang secara konsisten dijalankan keduanya sebagai kader Partai Golkar sekaligus wakil rakyat. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jemaat gereja yang merasakan langsung perhatian dan kepedulian itu.
Di sela kegiatan, Handitya Narapati SZP menegaskan bahwa tanggung jawab sebagai wakil rakyat tidak boleh terhenti oleh situasi apa pun. “Penyaluran 200 paket sembako ini merupakan wujud tanggung jawab saya terhadap seluruh masyarakat Kota Bandar Lampung,” ujar Handitya.
Ia menekankan, kegiatan sosial yang dilakukan selalu berangkat dari semangat toleransi dan kebersamaan. “Bantuan ini kami berikan tanpa membeda-bedakan agama maupun latar belakang. Tidak ada salahnya berbagi, karena kita menjunjung tinggi toleransi dan saling menghargai sebagaimana nilai-nilai Pancasila,” tambahnya.
Nada syukur datang dari jemaat Gereja HKBP Kedaton. Roni, salah satu jemaat sekaligus penasihat gereja, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian yang terus diberikan. “Saya bersyukur dan berterima kasih. Ini bukan pertama kalinya, karena mereka sudah sering membantu kami. Perhatian seperti ini sangat berarti bagi jemaat,” tuturnya.
.
Di penghujung tahun, langkah kecil yang dilakukan Rycko Menoza dan Handitya Narapati menjadi pengingat bahwa politik sejatinya berakar pada kemanusiaan. Di antara perbedaan keyakinan, kepedulian sosial menjadi bahasa universal—yang menyatukan, menguatkan, dan menumbuhkan harapan bersama. (*).






