MBG dan KDMP Paling Top

BANDAR LAMPUNG — Menjelang akhir tahun 2025, Pemerintah Provinsi Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Lampung berhasil menempati posisi teratas secara nasional dalam capaian dua Program Strategis Nasional (PSN), yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan, khusus Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan secara bertahap sejak Januari 2025, Provinsi Lampung mencatat capaian signifikan. Hingga periode Oktober–November 2025, MBG telah menjangkau sekitar 1,5 hingga 1,75 juta penerima manfaat, atau setara dengan 86 persen dari total target provinsi sebanyak 2,02 juta penerima manfaat. Capaian ini menempatkan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan tingkat pelaksanaan tertinggi di Indonesia.

Menurut Gubernur Mirza, pelaksanaan MBG di Lampung dimulai pada 6 Januari 2025, diawali di Kabupaten Pringsewu dan Lampung Tengah. Program kemudian diperluas ke Kota Metro dan Kabupaten Lampung Utara pada pertengahan Januari. Pemerintah Provinsi Lampung memfokuskan implementasi program dengan memperkuat sistem dapur, layanan gizi, serta koordinasi lintas sektor.

Per 31 Maret 2025, MBG di Lampung telah menjangkau 97.687 penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik PAUD, SD, SMP, peserta pendidikan kesetaraan, serta santri pondok pesantren.

Hingga November 2025, Lampung telah mengoperasikan 552 dapur MBG dari potensi 798 dapur yang disiapkan. Dapur-dapur tersebut terintegrasi dalam sistem rantai pasok lokal yang melibatkan UMKM pangan serta kelompok perempuan pengolah makanan.

Selain meningkatkan kualitas gizi anak, Program MBG juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Sepanjang tahun 2025, program ini diperkirakan telah menyerap sekitar 24.000 tenaga kerja lokal, mulai dari jasa katering, pengolah makanan, pendamping sekolah, hingga distributor pangan.

Tak hanya MBG, Gubernur Mirza juga memaparkan capaian Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Provinsi Lampung yang menunjukkan perkembangan masif. Hingga pertengahan 2025, tercatat sekitar 2.650 koperasi desa/kelurahan Merah Putih telah terbentuk.

Per 12 Juni 2025, Lampung telah membentuk 2.651 koperasi desa dan kelurahan Merah Putih, atau mencapai 100 persen target pembentukan koperasi di seluruh wilayah provinsi. Bahkan, hingga 28 Mei 2025, seluruh desa dan kelurahan di Lampung telah melaksanakan musyawarah desa/kelurahan khusus (musdesus) untuk pembentukan KDMP, sehingga Lampung dinyatakan sebagai provinsi pertama di Indonesia yang menuntaskan seluruh musdesus Koperasi Merah Putih.

Dari total 2.651 koperasi yang dibentuk, sebanyak 682 unit telah memproses akta notaris, sementara 252 koperasi telah resmi berbadan hukum berdasarkan laporan awal pascapembentukan.

Selain fokus pada MBG dan KDMP, Pemerintah Provinsi Lampung juga terus menggenjot program investasi dan hilirisasi. Pada forum Lampung Investment Forum dan kegiatan sejenis tahun 2025, Pemprov Lampung berhasil menjaring minat investor dengan sekitar 15 letter of intent (LoI) untuk proyek-proyek strategis.

Proyek tersebut antara lain berfokus pada hilirisasi komoditas unggulan daerah seperti kelapa, kopi, lada, ubi kayu, serta perikanan udang. Komitmen investasi ini sejalan dengan strategi Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan baku.
(dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *