BANDARLAMPUNG — Di tengah riuh dinamika sosial dan hiruk-pikuk perjuangan perempuan di ruang publik, sebuah peristiwa sederhana justru memancarkan makna yang dalam. Ucapan ulang tahun untuk Ketua Perkumpulan Advokat Perempuan Lampung (PAPELA), Nina Zusanti, menjadi ruang perjumpaan doa, solidaritas, dan kebersamaan lintas organisasi serta latar belakang.
Deretan pesan mengalir sejak pagi, Selasa (13/1). Dari aktivis perempuan, tokoh partai politik, hingga pegiat sosial, semua menyatu dalam satu harapan: kesehatan, keberkahan, dan perlindungan dari Yang Maha Kuasa. Di balik kalimat singkat dan emoji doa, tersimpan ikatan emosional yang tumbuh dari perjalanan panjang pengabdian.
Ketua Pengurus Daerah Tenaga Pembangunan Sriwijaya Lampung, Nurhasanah, menjadi salah satu yang pertama menyampaikan ucapan. Baginya, doa adalah bahasa paling jujur untuk merawat persahabatan dan perjuangan.
“Semoga panjang umur, sehat selalu, murah rezeki, sukses dalam karier, dan bahagia bersama keluarga. Doa-doa baik ini bukan hanya untuk Mbak Nina, tetapi untuk kita semua yang terus berjuang di jalur pengabdian,” ujar Nurhasanah.
Ucapan itu disambut dengan ketulusan oleh Nina Zusanti. Perempuan yang selama ini dikenal vokal memperjuangkan keadilan dan perlindungan hukum bagi perempuan tersebut memilih menjawab setiap doa dengan kerendahan hati.
“Aamiin. Terima kasih atas doa dan perhatian dari sahabat-sahabat semua. Doa yang sama juga saya panjatkan untuk kita semua, semoga senantiasa diberi kesehatan dan perlindungan oleh Allah SWT,” tutur Nina Zusanti.
Pesan serupa datang silih berganti—dari lintas partai, organisasi masyarakat, hingga sahabat lama. Semua larut dalam suasana hangat yang jarang terlihat di ruang publik: perbedaan melebur dalam doa.
Bagi Nina, ulang tahun bukan sekadar penanda usia, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali niat pengabdian. Sementara bagi mereka yang mengenalnya, hari itu menjadi pengingat bahwa perjuangan sosial tidak pernah benar-benar berjalan sendiri.
Di antara ucapan sederhana dan doa yang berulang, tersirat satu pesan kuat: solidaritas perempuan Lampung tumbuh bukan hanya dari agenda besar, tetapi dari ketulusan saling mendoakan. Sebuah energi sunyi yang terus menguatkan langkah, hari demi hari. (*).






