BANDAR LAMPUNG — Siang itu, deru kendaraan bercampur dengan suara tawar-menawar pedagang di sepanjang Jalan Untung Suropati. Di antara hiruk-pikuk aktivitas warga, langkah-langkah tegap personel Brimob Kompi 2 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Lampung menyusuri jalan, bukan sekadar berpatroli, tetapi menyapa, berdialog, dan mendengar.
Selasa (3/2/2026), patroli yang digelar di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung ini bukan patroli biasa. Pendekatan dialogis menjadi kunci. Personel Brimob berhenti sejenak di titik-titik padat aktivitas, berbincang dengan warga, pedagang kaki lima, hingga pengguna jalan. Pertanyaan sederhana dilontarkan: bagaimana kondisi lingkungan, adakah hal mencurigakan, apa yang menjadi keluhan warga?
Dari Jalan Untung Suropati hingga kawasan Jalan Labuhan Dalam, patroli ini menjadi ruang temu antara aparat dan masyarakat. Di sinilah keamanan tak hanya dijaga lewat kehadiran bersenjata, tetapi juga melalui kepercayaan dan komunikasi dua arah.
Komandan Kompi (Danki) 2 Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Lampung, Iptu Fajar Fachrizi, menegaskan bahwa patroli dialogis adalah strategi membangun kedekatan. “Kami tidak hanya hadir untuk mencegah gangguan keamanan, tetapi juga membuka ruang diskusi. Warga bebas menyampaikan masukan, keluhan, bahkan informasi sekecil apa pun yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” ujarnya.
Selain menyerap aspirasi, personel Brimob juga memberikan imbauan tentang pentingnya kewaspadaan bersama. Keamanan, kata mereka, bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab kolektif.
Komitmen itu ditegaskan pula oleh Dansat Brimob Polda Lampung, Kombes Pol Yustanto Mujiharso, S.I.K., M.Si. Menurutnya, kehadiran Brimob di tengah masyarakat adalah wujud nyata kehadiran negara. “Kami hadir sebagai bentuk pengabdian tanpa batas. Patroli dialogis memastikan masyarakat merasa aman, terlindungi, dan tidak sendirian menghadapi potensi kriminalitas,” tegasnya.
Bagi warga, patroli semacam ini menghadirkan rasa nyaman yang berbeda. Bukan hanya karena melihat aparat berjaga, tetapi karena merasa didengar. Di tengah dinamika kota yang terus bergerak, kehadiran Brimob yang menyapa dan berdialog menjadi pengingat bahwa keamanan lahir dari kebersamaan.
Patroli Dialogis Brimob Batalyon A Pelopor ini akan terus digalakkan secara berkelanjutan. Harapannya, bukan sekadar menekan angka kriminalitas, tetapi juga merawat kepercayaan publik—bahwa keamanan adalah hasil sinergi antara aparat dan warga, dari jalanan kota hingga sudut-sudut permukiman.
BRIMOB UNTUK NUSA & BANGSA
BRIMOB UNTUK INDONESIA 🇮🇩 (*).






