Merawat Demokrasi dengan Doa dan Kepedulian

Oplus_16908288

KPU Lampung Santuni Anak Yatim, Febri Indra: Pelayanan Pemilu Harus Berangkat dari Nilai Kemanusiaan

Bandarlampung — Demokrasi tidak hanya dirawat lewat regulasi dan tahapan pemilu, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan dan ketulusan hati. Itulah pesan yang mengemuka dalam kegiatan Santunan dan Doa Bersama Anak Yatim yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung, Jumat (6/2/2026), di aula kantor KPU Provinsi Lampung.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini dibuka langsung oleh Anggota KPU Provinsi Lampung, Febri Indra Kurniawan, serta diikuti jajaran sekretariat KPU. Sebanyak 20 anak yatim dari Panti Asuhan As-Sanura hadir bersama pengasuh dan pendamping, dengan doa dipimpin oleh Ustadz M. Julain.

Acara diawali dengan sambutan pembukaan, dilanjutkan doa bersama yang dipanjatkan dengan khusyuk. Suasana semakin hangat saat penyerahan santunan kepada anak-anak yatim, yang disambut senyum dan rasa haru. Kebersamaan antara penyelenggara pemilu dan anak-anak yatim menciptakan potret humanis di tengah rutinitas kelembagaan.

Dalam sambutannya, Febri Indra Kurniawan menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian yang tak terpisahkan dari semangat KPU sebagai lembaga pelayanan publik.

“KPU bukan hanya lembaga penyelenggara pemilu, tetapi juga bagian dari masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa pelayanan pemilu harus berangkat dari nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian sosial,” ujar Febri.

Menurutnya, santunan dan doa bersama ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar spiritual agar seluruh tahapan demokrasi di Lampung berjalan dengan lancar, jujur, dan bermartabat.

“Kami percaya, doa anak-anak yatim memiliki kekuatan luar biasa. Semoga kebersamaan hari ini membawa keberkahan, baik bagi KPU maupun bagi masyarakat Lampung secara keseluruhan,” tambahnya.

KPU Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan nilai-nilai religius, sosial, dan kebersamaan dalam setiap aktivitas kelembagaan.

“Semangat KPU Melayani tidak hanya kami wujudkan dalam pelayanan teknis kepemiluan, tetapi juga melalui aksi nyata kepedulian sosial,” tutup Febri Indra Kurniawan.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa demokrasi yang kuat lahir dari hati yang bersih, niat yang tulus, dan kepedulian terhadap sesama—terutama mereka yang paling membutuhkan. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *