Lampung Timur – Komitmen kuat terhadap pendidikan berwawasan lingkungan ditunjukkan SMP Muhammadiyah Al Ghifari. Sekolah ini sukses menyulap lorong sempit yang tak terpakai menjadi Lorong Lestari, kawasan hijau produktif berbasis inovasi, saat menjalani asesmen lapangan Tim Green School, Senin (27/1/2026).
Proses asesmen menjadi panggung pembuktian keseriusan sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang asri, mandiri, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim global. Sejak awal kedatangan, tim asesor disuguhi kreativitas siswa melalui sajian Es Soda Bunga Telang dan Puding Bunga Telang, hasil olahan ekstrakurikuler Cooking Class yang memanfaatkan tanaman dari kebun TOGA sekolah.
Pembina Cooking Class, Aina Agustini, menjelaskan bahwa produk tersebut merupakan bagian dari pembelajaran inovatif.
“Bunga telang ini kami petik langsung dari kebun sekolah. Siswa belajar mengolah hasil panen sendiri menjadi produk bernilai ekonomi dan estetika,” ujarnya.
Sorotan utama asesmen tertuju pada Kebun Lorong Lestari, lorong belakang gedung sekolah yang kini disulap menjadi area hidroponik produktif. Konsep ini dinilai cerdas karena mengajarkan ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan terbatas kepada siswa. Inovasi berlanjut melalui program Sayur Kelas, di mana setiap kelas bertanggung jawab merawat tanaman sayuran masing-masing, menanamkan disiplin dan kepedulian lingkungan sejak dini.
Aspek pengelolaan limbah juga menjadi nilai lebih. SMP Muhammadiyah Al Ghifari menerapkan sistem pengolahan kompos terpadu dan Bank Sampah yang dikelola Green Team sekolah. Sampah daun diolah menjadi pupuk organik untuk kebun sekolah, menciptakan praktik ekonomi sirkular skala pendidikan.
Kepala SMP Muhammadiyah Al Ghifari, M. Romadona, menegaskan komitmen sekolah menuju Sekolah Hijau.
“Kami berkomitmen penuh menjaga kelestarian lingkungan sekolah dan pondok secara holistik. Ini bukan program sesaat, tapi budaya,” tegasnya.
Tak hanya itu, sekolah juga mulai menerapkan energi terbarukan melalui pemasangan lampu tenaga surya di sejumlah titik, yang sekaligus menjadi media pembelajaran IPA kontekstual bagi siswa.
Apresiasi datang dari juri Tim Green School, Moh. Dwi Kurniawan Hasan, M.Si.
“Konsep Green School di sini sudah terinternalisasi. Mulai dari kebersihan, pengelolaan sampah, hingga inovasi produk siswa, semuanya berjalan sinergis dan berkelanjutan,” katanya.
Rangkaian asesmen ditutup dengan verifikasi lapangan menyeluruh hingga ke area pondok pesantren terintegrasi. Lebih dari sekadar mengejar penghargaan, SMP Muhammadiyah Al Ghifari berharap langkah ini menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi muda yang peduli lingkungan dan siap menjaga bumi di masa depan. (*).






