Suhu Politik 2029 Menghangat Dini, Pengamat: Tahun Politik Datang Terlalu Cepat
JAKARTA — Dinamika politik nasional jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai terasa lebih dini. Sejumlah partai politik telah menyuarakan dukungan agar Presiden Prabowo Subianto kembali maju untuk dua periode, meski kontestasi masih sekitar tiga tahun lagi.
Menguatnya wacana tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa suhu politik bergerak lebih cepat dari perkiraan. Pengamat politik Adi Prayitno menilai pembahasan Pilpres 2029 yang sudah mencuat sejak awal 2026 menunjukkan tahun politik datang terlalu cepat.
“Mestinya tahun 2028 baru mulai agak panas situasi politik, nyatanya awal tahun 2026 sudah bicara tentang pemilu,” ujar Adi Prayitno melalui kanal YouTube miliknya, Kamis (12/2/2026).
Meski dukungan terhadap Prabowo untuk dua periode mulai bermunculan, hingga kini belum ada partai yang secara terbuka mendeklarasikan pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka untuk kembali maju bersama pada 2029. Dukungan yang berkembang masih sebatas kepada Prabowo sebagai calon presiden.
Di tengah derasnya arus dukungan itu, sosok calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo pada 2029 masih menjadi tanda tanya. Partai Amanat Nasional (PAN) secara terbuka menyodorkan nama Ketua Umumnya, Zulkifli Hasan, sebagai figur yang dinilai layak mendampingi Prabowo.
Sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum menyebut nama secara eksplisit. Namun, publik menilai PKB masih berpotensi mendorong Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dalam kontestasi mendatang.
Adi menilai, pada akhirnya keputusan tetap berada di tangan Prabowo sebagai figur sentral koalisi. Jika pilihan telah ditentukan, partai-partai pendukung diyakini akan mengikuti arah politik tersebut.
“Kalau sudah Pak Prabowo yang berkehendak dan menginginkan dialah sosok yang dianggap sebagai calon wakil presiden maka saya kira partai-partai koalisi ini akan terus solid dan tegak lurus,” pungkasnya. (*).






