3.742 Personel Gabungan Siaga Kawal Arus Mudik dan Balik di Lampung

BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 3.742 personel gabungan disiapkan untuk mengawal pergerakan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Pengamanan tersebut melibatkan unsur Polda Lampung, TNI, dan berbagai instansi terkait guna memastikan arus mudik dan balik berjalan aman dan lancar di wilayah Provinsi Lampung.

Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, mengatakan pengamanan tahun ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor.

Dari total 3.742 personel, sebanyak 1.770 personel Polri dan 291 personel TNI diterjunkan. Sementara 1.681 personel lainnya berasal dari instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Basarnas.

“Kami mengedepankan kegiatan preventif yang didukung preemtif, humas, penegakan hukum, serta bantuan operasi untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” ujar Helfi, Rabu (18/2/2026).

81 Pos Pengamanan

Untuk mendukung operasional, Polda Lampung mendirikan 81 pos di titik-titik strategis. Rinciannya, 60 Pos Pengamanan (Pos Pam), 20 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 1 Pos Terpadu yang dipusatkan di Pelabuhan Bakauheni sebagai pusat kendali operasi.

Operasi Ketupat Krakatau 2026 akan berlangsung pada 13–25 Maret 2026. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 13–17 Maret, sedangkan arus balik pada 24–28 Maret 2026.

Manajemen lalu lintas di kawasan Pelabuhan Bakauheni menjadi perhatian utama. Polda Lampung menyiapkan skema filterisasi kendaraan menggunakan stiker di buffer zone serta penerapan delay system.

Jika kepadatan kendaraan mencapai lebih dari empat kilometer di luar pelabuhan (situasi merah), kendaraan akan dialihkan ke kantong parkir di delapan rest area tol jalur B dan sejumlah rumah makan di jalur arteri untuk mencegah penumpukan di dermaga.

Waspadai Titik Rawan

Selain kemacetan, Kapolda mengingatkan pemudik untuk mewaspadai 102 titik jalan rusak dan 45 titik rawan kecelakaan di Lampung.

Kabupaten Lampung Tengah tercatat memiliki 40 titik jalan rusak terbanyak. Sementara Lampung Selatan memiliki delapan titik rawan kecelakaan di Jalinsum dan Jalintim.

Objek pengamanan juga mencakup 3.832 masjid, 2.066 lokasi salat Id, 209 objek wisata, serta pusat transportasi seperti bandara dan stasiun kereta api.

“Keamanan masyarakat dalam beribadah dan merayakan Idulfitri adalah prioritas utama kami. Kami berkomitmen menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2026 bersama Forkopimda Lampung di Kantor Gubernur Lampung, Selasa (17/2/2026), guna menyelaraskan langkah antisipasi lonjakan arus lalu lintas.

Dengan kesiapan tersebut, mudik Lebaran 2026 di Lampung diharapkan berlangsung aman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *