BANDAR LAMPUNG – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menerima kunjungan kerja Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Bustami Zainudin di Rumah BUMN Bandar Lampung, Rabu (19/2/2026). Kunjungan tersebut dalam rangka pengawasan pelaksanaan undang-undang terkait peran Kementerian BUMN dalam pembinaan sosial dan pengembangan UMKM.
Senior Manager Komunikasi, Keuangan dan Umum PLN UID Lampung, Rio Widiya Nugraha, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program pembinaan UMKM yang dijalankan PLN.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi dan memastikan program Rumah BUMN benar-benar memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM. PLN tidak bisa tumbuh sendiri tanpa kemajuan UMKM. Karena itu, pembinaan kami arahkan tidak hanya pada pemasaran, tetapi juga pada penguatan manajemen usaha, akses permodalan, serta kesiapan legalitas agar pelaku UMKM benar-benar siap naik kelas,” ujar Rio.
Ia menjelaskan, pengelolaan Rumah BUMN Bandar Lampung secara anggaran dan operasional berada di bawah koordinasi PLN pusat, sementara UID Lampung berperan sebagai host dan penggerak kolaborasi di wilayah dengan menggandeng Universitas Bandar Lampung melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Program pembinaan difokuskan pada peningkatan kapasitas manajerial, pemahaman akses permodalan, penguatan pemasaran, serta pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB). Pelaku UMKM juga didorong menjaga kualitas produk dan kontinuitas pasokan untuk memperluas pasar hingga tingkat nasional maupun ekspor.
“Untuk menembus pasar yang lebih luas, kunci utamanya adalah konsistensi kualitas dan kesinambungan produksi. Itu yang terus kami dampingi melalui Rumah BUMN,” tambahnya.
Sementara itu, Bustami Zainudin menegaskan kunjungan ini bertujuan menyerap aspirasi masyarakat dan pelaku UMKM untuk dibawa dalam rapat dengar pendapat bersama kementerian terkait di Jakarta, termasuk Kementerian Dalam Negeri.
“Kami ingin memastikan program pembinaan UMKM yang dijalankan BUMN benar-benar berdampak bagi masyarakat. Aspirasi yang kami terima hari ini akan kami bawa dan perjuangkan dalam pembahasan bersama kementerian terkait di pusat,” ujar Bustami.
Ia juga mendorong Dinas Koperasi dan UMKM di daerah agar semakin adaptif dengan menjadikan pola pembinaan Rumah BUMN sebagai referensi. Selain itu, sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha dinilai penting guna memperkuat inovasi dan daya saing produk lokal.
Bustami turut menyoroti peluang pasar melalui program dapur umum atau makan bergizi gratis, di mana UMKM dapat menjadi penyedia pasokan. “Jika permintaan disiapkan negara dan pasokan dipenuhi UMKM lokal, maka akan tercipta perputaran ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Salah satu pelaku UMKM binaan, Erma Syahfitri, pemilik brand Keripik Si Bintang Buah, mengaku merasakan manfaat nyata dari pendampingan PLN.
“Kami tidak hanya dibantu dari sisi pemasaran, tetapi juga diajarkan cara mengelola keuangan usaha, memperbaiki kemasan, hingga memahami standar kualitas produk. Dengan adanya kunjungan ini, kami semakin termotivasi untuk terus berkembang dan naik kelas,” ujarnya.
Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha sehingga UMKM Lampung dapat tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing lebih luas. (*).






