Dua Bocah Hanyut Ditemukan Meninggal, Puluhan Warga Dievakuasi
Bandar Lampung — Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung dan sekitarnya menimbulkan korban jiwa serta memaksa puluhan warga dievakuasi. Dalam dua kejadian terpisah, dua bocah dilaporkan hanyut dan ditemukan meninggal dunia, sementara tim SAR juga mengevakuasi warga yang terjebak banjir di kawasan permukiman.
Peristiwa pertama terjadi di wilayah Rajabasa. Seorang bocah berusia sekitar 10 tahun dilaporkan hanyut saat banjir melanda kawasan Jalan Abdul Hamid setelah hujan deras mengguyur kota. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (7/3) pagi setelah pencarian dilakukan sejak Jumat malam oleh tim SAR gabungan.
Sementara itu, peristiwa serupa juga terjadi di Sungai Campang Raya, Kecamatan Sukabumi. Seorang bocah yang sebelumnya dilaporkan hanyut saat bermain di pinggir sungai akhirnya ditemukan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada hari kedua pencarian.
Selain dua peristiwa tragis tersebut, banjir yang melanda wilayah perbatasan Bandar Lampung dan Lampung Selatan juga menyebabkan sejumlah warga terjebak di rumah mereka. Tim Basarnas bersama unsur SAR gabungan harus melakukan evakuasi menggunakan perahu karet di kawasan Perumahan Griya Melati, Kecamatan Jati Agung.
Dalam operasi tersebut, sedikitnya 20 warga berhasil dievakuasi dari rumah yang terendam banjir. Proses evakuasi diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan masyarakat melakukan penyisiran dan pemantauan di sejumlah titik banjir untuk memastikan tidak ada lagi warga yang terjebak.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan, terutama bagi anak-anak agar tidak bermain di sekitar aliran sungai atau drainase yang berarus deras.
Sementara itu, pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan debit air sungai guna mengantisipasi potensi banjir susulan di wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya. (*).






