Puskesmas dan RS Tetap Buka, 9 Posko Kesehatan Disiapkan
Bandarlampung — Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Kepastian tersebut diperoleh setelah Ombudsman melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Selasa (10/3).
Koordinasi dilakukan di Kantor Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung guna memastikan kesiapan fasilitas kesehatan, tenaga medis, serta posko layanan kesehatan yang akan disiagakan selama masa mudik Lebaran.
Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung Dodik Hermanto mengatakan pelayanan kesehatan kegawatdaruratan di puskesmas maupun rumah sakit tetap beroperasi selama masa mudik.
“Pelayanan kesehatan kegawatdaruratan di puskesmas dan RSUD tetap buka selama masa mudik Lebaran. Selain itu, pelayanan kesehatan juga akan diberikan di sembilan posko mudik dengan melibatkan tim gabungan,” kata Dodik.
Ia menjelaskan, layanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Operasi Ketupat yang dilaksanakan oleh kepolisian untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran.
Menurut Dodik, sejumlah persiapan telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, mulai dari penyediaan tenaga kesehatan hingga koordinasi lintas instansi agar pelayanan di lapangan dapat berjalan optimal.
Sebanyak sembilan posko mudik akan disiapkan, terdiri dari dua posko keamanan dan tujuh posko pelayanan kesehatan. Di setiap posko akan ditempatkan tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, serta pengemudi ambulans yang berasal dari puskesmas.
“Untuk menjaga kesiapsiagaan selama 24 jam, setiap posko akan dibagi dalam dua shift pelayanan, yakni shift pagi dan shift malam,” jelasnya.
Posko-posko tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik strategis jalur mobilitas masyarakat di Kota Bandar Lampung, antara lain di kawasan Sukamaju, Panjang, Kemiling, Hajimena, Ramayana, serta area Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan beberapa titik lainnya.
Selain posko mudik, Dinas Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan 20 rumah sakit swasta dan rumah sakit umum di Bandar Lampung untuk memastikan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap siaga selama masa mudik Lebaran.
“Pelayanan kesehatan ini juga mengacu pada surat edaran Kementerian Kesehatan terkait kesiapan layanan kesehatan selama mudik Lebaran 2026,” ujar Dodik.
Operasi pelayanan kesehatan ini direncanakan berlangsung mulai 14 Maret hingga 25 Maret 2026.
Ombudsman Lampung berharap kesiapan layanan kesehatan tersebut dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun bagi warga yang membutuhkan layanan medis selama periode Lebaran.
“Dengan koordinasi ini kami memastikan pemerintah daerah dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal selama masa mudik sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (*).






