Akses Rusak Menuju Masjid, Warga Tunggu Keberanian Bupati Pesawaran Tinjau Lokasi
Pesawaran – Warga Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, terpaksa memperbaiki sendiri jalan rusak di wilayah mereka melalui gotong royong dan sumbangan masyarakat. Perbaikan dilakukan di ruas Jalan Baru Terusan Raden Gunawan I yang selama ini menjadi akses utama warga dan jamaah menuju masjid setempat.
Kegiatan perbaikan jalan tersebut berlangsung sejak 7 hingga 10 Maret 2026. Warga secara sukarela membawa alat dan material seadanya untuk menimbun serta meratakan badan jalan yang rusak, demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Salah seorang warga, Abdul Qodir, mengatakan perbaikan jalan secara swadaya sebenarnya sudah menjadi kegiatan rutin masyarakat setiap tahun karena kondisi jalan yang terus mengalami kerusakan.
“Gotong royong dan sumbangan warga ini memang sudah jadi rutinitas setiap tahun. Kalau tidak kami perbaiki sendiri, jalan ini semakin rusak dan membahayakan. Padahal ini akses penting bagi masyarakat,” ujar Abdul Qodir.
Menurutnya, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat turun langsung melihat kondisi jalan tersebut, karena kerusakan tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga akses menuju tempat ibadah.
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat setempat, Sofyan Ali. Ia menjelaskan bahwa di sekitar ruas jalan tersebut hanya terdapat satu masjid, yakni Masjid Baitunnur Wathon, yang juga menjadi pusat kegiatan ibadah warga dari beberapa wilayah sekitar.
“Di radius jalan ini hanya ada satu masjid, yaitu Masjid Baitunnur Wathon. Banyak jamaah dari luar desa yang datang untuk salat Jumat atau kegiatan keagamaan lainnya. Kondisi jalan yang rusak tentu menyulitkan mereka untuk datang beribadah,” kata Sofyan Ali.
Ia berharap pemerintah Kabupaten Pesawaran dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut. Menurutnya, masyarakat menantikan kehadiran dan keberanian Bupati Pesawaran untuk meninjau langsung kondisi jalan yang selama ini diperbaiki secara swadaya oleh warga.
“Harapan kami pemerintah bisa datang melihat langsung. Warga sudah berusaha semampunya melalui gotong royong, tapi tentu perbaikan permanen tetap membutuhkan perhatian pemerintah,” ujarnya.
Warga berharap perbaikan jalan dapat segera dilakukan secara menyeluruh agar akses transportasi, aktivitas ekonomi, serta kegiatan keagamaan masyarakat di Desa Kurungan Nyawa dapat berjalan lebih lancar dan aman. (*).






