Putri Zulhas Datangi Keluarga Bocah Korban Banjir Rajabasa

Sampaikan Duka dan Beri Penguatan bagi Orang Tua Korban

Suasana haru menyelimuti sebuah rumah sederhana di kawasan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Kamis (12/3). Di rumah itulah keluarga kecil Satria (10) masih berusaha menata kembali hati setelah kepergian putra mereka yang hanyut saat banjir beberapa hari lalu.

Siang itu, Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Lampung I, Putri Zulkifli Hasan, datang bersama suaminya, Zumi Zola. Mereka menyempatkan diri duduk bersama keluarga korban, menyampaikan duka dan memberi penguatan bagi orang tua yang masih terpukul atas kehilangan tersebut.

Satria, siswa kelas IV sekolah dasar, sebelumnya dilaporkan hanyut saat banjir melanda wilayah Rajabasa pada Jumat (6/3/2026). Hujan deras membuat debit air sungai meningkat tajam hingga menyeret bocah itu ketika berada di sekitar aliran sungai.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian selama beberapa waktu. Satria akhirnya ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi awal hanyut, dalam kondisi meninggal dunia. Jenazahnya kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Di tengah suasana duka, Putri menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban.

“Kami menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian ananda Satria. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Putri dengan suara lirih.

Menurutnya, tragedi yang merenggut nyawa seorang anak ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap potensi bencana, terutama di musim hujan ketika intensitas curah hujan meningkat.

Putri juga menilai peristiwa tersebut perlu menjadi perhatian serius dalam upaya penanganan banjir di Kota Bandar Lampung. Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi yang lebih kuat, mulai dari perbaikan sistem drainase, normalisasi sungai, hingga pengawasan pembangunan di kawasan rawan banjir.

“Peristiwa ini harus menjadi perhatian kita semua. Upaya pencegahan dan mitigasi banjir perlu diperkuat agar keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, dapat lebih terjamin,” katanya.

Kunjungan itu tidak berlangsung lama. Namun kehadiran Putri dan Zumi Zola menjadi penguat bagi keluarga Satria yang tengah berduka. Di rumah kecil itu, air mata masih sesekali jatuh—mengenang bocah yang sebelumnya selalu mengisi hari-hari mereka dengan tawa.

Kini, yang tersisa adalah kenangan, doa, dan harapan agar tragedi serupa tidak lagi terjadi. (dbs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *