Gubernur Minta Warga Tak Panic Buying
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Kepastian ini disampaikan Gubernur usai pertemuan dengan jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel di Bandara Radin Inten II, Senin (6/4).
Gubernur yang akrab disapa Mirza itu menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi berbagai potensi dampak situasi geopolitik global terhadap distribusi energi di daerah, khususnya BBM dan LPG.
“Dari Pertamina Patra Niaga disampaikan bahwa pemerintah sudah menyiapkan dengan baik. Suplai BBM, terutama subsidi, tidak akan ada masalah, begitu juga dengan LPG,” ujar Mirza.
Ia memastikan tidak ada pengurangan kuota BBM subsidi untuk Provinsi Lampung. Distribusi energi tetap berjalan lancar dengan harga yang stabil dan sesuai ketentuan.
“Yang perlu digarisbawahi, tidak ada pengurangan kuota. Distribusi lancar, harga masih sama, dan tidak ada pengurangan kuota untuk Lampung,” tegasnya.
Gubernur juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, karena dapat mengganggu stabilitas distribusi di lapangan.
“Kuota sudah disesuaikan dengan konsumsi masyarakat. Kalau ada panic buying, itu yang bisa membuat pasokan terasa sempit. Jadi jangan panik, semuanya aman,” imbaunya.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto, memastikan bahwa pasokan energi di Lampung berada dalam kondisi cukup dan terukur sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami menyediakan suplai BBM dan LPG untuk seluruh masyarakat Lampung sesuai kebutuhan. Jadi secara ketersediaan itu cukup,” ujarnya.
Erwin menambahkan, distribusi dilakukan berdasarkan kuota yang telah ditetapkan dan hingga saat ini realisasi konsumsi BBM subsidi masih berada dalam koridor yang aman.
“Penggunaan BBM subsidi masih sesuai kuota. Tidak ada pengurangan, dan akan terus kami penuhi sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Pertamina dan pemerintah daerah dalam mengawasi distribusi agar tepat sasaran dan merata di seluruh wilayah.
“Kami berharap dukungan pemerintah daerah untuk bersama-sama melakukan pengawasan agar pendistribusian tepat sasaran dan merata,” pungkasnya.
Dengan jaminan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa kondisi pasokan energi di Lampung tetap terkendali, sekaligus mengajak masyarakat untuk bijak dalam konsumsi agar stabilitas distribusi tetap terjaga. (dbs)






