Licin dan Berlubang, Puluhan Pengendara Jatuh Tiap Hari
PUNGGUR – Kondisi memprihatinkan terjadi di ruas Jalan Raya Punggur, Kabupaten Lampung Tengah yang menghubungkan Kota Metro dengan Kecamatan Punggur. Jalan berstatus jalan provinsi itu kini membahayakan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Pantauan di lokasi, badan jalan tampak dipenuhi lubang, permukaan aspal mengelupas, serta terdapat bagian jalan yang licin, terutama di wilayah Kampung Toto Katon. Kondisi ini diperparah dengan tingginya mobilitas kendaraan, khususnya sepeda motor.
Padahal, sebelum Lebaran 1447 Hijriah atau 2025 Masehi lalu, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi telah melakukan perbaikan berupa penutupan lubang. Namun, perbaikan tersebut diduga hanya bersifat sementara. Pasalnya, usai Lebaran, lubang kembali terbuka dan kondisi jalan kembali rusak.
Warga setempat, Supono, mengungkapkan bahwa selain berlubang, jalan juga sangat licin akibat tumpahan oli di badan jalan.
“Ini sudah berlangsung cukup lama, dari sebelum Lebaran sampai sekarang. Kalau dihitung, sudah ratusan yang jadi korban. Tiap hari puluhan motor jatuh di sini. Kami khawatir kalau tidak segera ditangani akan ada korban jiwa,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, meskipun telah dipasang papan peringatan jalan licin, kecelakaan masih terus terjadi hampir setiap hari.
Hal serupa dialami Yanti, seorang pengendara motor yang menjadi korban jatuh di lokasi tersebut. Ia berharap pemerintah segera turun tangan.
“Saya sendiri jadi korban, jatuh karena licin. Harapannya pemerintah segera memperbaiki jalan ini, karena sangat berbahaya,” katanya.
Pengendara lainnya, Cahyo, juga mengaku mengalami kejadian serupa akibat kondisi jalan yang licin dan rusak.
“Ini sangat membahayakan sekali. Saya juga sempat terpeleset. Kalau tidak segera diperbaiki, pasti akan terus ada korban,” ungkapnya.
Diketahui, ruas Jalan Metro–Punggur merupakan bagian dari jaringan jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung. Jalan ini memiliki peran strategis sebagai penghubung antarwilayah, sehingga perbaikan dan pemeliharaan berada di bawah tanggung jawab pemerintah provinsi.
Sebelumnya, Pemprov Lampung telah melakukan pemeliharaan rutin menjelang arus mudik Lebaran 2026 berupa tambal sulam dan perataan jalan. Namun, kondisi terkini menunjukkan perlunya penanganan lebih permanen.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi juga pembangunan jalan secara menyeluruh agar keselamatan pengguna jalan dapat terjamin.
“Kami minta segera diperbaiki total, jangan tambal sulam lagi,” tegas Supono. (*).






