Potensi Ekonomi Kopi & Sawit Menggeliat, Waktu Tempuh Pangkas 1,5 Jam
WAY KANAN – Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Lampung, Yozi Rizal, memberikan apresiasi tinggi atas dimulainya perbaikan ruas jalan strategis Kasui–Air Ringkih di Kabupaten Way Kanan. Jalan sepanjang 5,6 kilometer yang dikerjakan dengan anggaran Rp53,3 miliar ini dinilai mampu membuka isolasi dan memacu pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya distribusi komoditas kopi dan sawit hingga ke perbatasan Sumatera Selatan.
Menurut Yozi, kondisi jalan yang memprihatinkan selama belasan tahun kini mulai terjawab. Dengan adanya perbaikan menggunakan konstruksi rigid pavement (beton) dan pelebaran hingga mencapai 8 meter, akses distribusi barang dipastikan akan jauh lebih lancar dan aman.
“Di sini potensi ekonominya luar biasa. Kalau semua jalan ini bagus, alur distribusi kopi dari Muara Dua dan Sumatera Selatan bisa semakin meningkatkan perekonomian kita. Proyek ini juga diproyeksikan memangkas waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari Muara Dua ke Bandar Lampung,” ujar Yozi, Rabu (9/4).
Harapan Keberlanjutan Pasca Pinjaman
Meski menyambut baik penggunaan dana pinjaman dari bank bjb untuk pembangunan ini, politisi Partai Demokrat ini berharap upaya perbaikan infrastruktur tidak berhenti hanya di tahun 2026.
“Harapannya setelah dana pinjaman ini, tahun depan tetap ada perbaikan jalan, khususnya di ruas Kasui, Simpang Empat, hingga Rebang Tangkas perbatasan Sumsel. Jangan sampai putus di tengah jalan,” tegasnya.
Selain ruas kewenangan provinsi, Yozi juga menyoroti kondisi jalan kabupaten seperti Simpang Neki–Banjit dan ruas di wilayah Kasui. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Way Kanan untuk lebih agresif mengajukan usulan ke pemerintah pusat agar bisa ditangani melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
“Tentu kita berharap Pemkab bisa mengajukan ke pusat agar bisa ditangani melalui skema IJD yang tidak membebani APBD daerah,” tambahnya.
Pentingnya Optimalisasi Pajak
Di sisi lain, Yozi menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam pembiayaan pembangunan. Ke depan, ketergantungan terhadap pinjaman harus dikurangi dengan cara mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak.
“Ke depan kita harus mengandalkan pajak dari rakyat. Untuk itu, dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” tandasnya.
Dengan selesainya ruas Kasui–Air Ringkih nanti, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin kuat dan memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat Lampung dan sekitarnya. (*).






