Dorong Edukasi Publik dan Pengawasan Partisipatif Jelang Demokrasi 2029
BANDARLAMPUNG – Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Lampung resmi meluncurkan Ruang Literasi Pengawasan sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas pengawasan partisipatif sekaligus meningkatkan edukasi publik terkait demokrasi dan pemilu.
Peluncuran yang digelar di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Rabu (22/4/2026), dihadiri jajaran pimpinan Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum Lampung, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, serta mahasiswa.
Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Lampung, Achmad Sutiono, menjelaskan bahwa inisiatif ini dilatarbelakangi pentingnya membangun budaya pengawasan berbasis edukasi di tengah masyarakat.
“Ruang Literasi Pengawasan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, membangun kemampuan menyaring informasi agar tidak terjebak hoaks, serta mendorong keterlibatan publik dalam pemilu yang demokratis,” ujarnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Fitrianita Damhuri, mengapresiasi inovasi tersebut dan berharap dapat menjadi model nasional.
“Dengan semangat membaca, memahami, dan mengawasi, kami berharap masyarakat semakin sadar akan peran pentingnya dalam demokrasi,” katanya.
Ia menambahkan, ruang ini tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat edukasi, diskusi, dan pengembangan gagasan, terutama bagi generasi muda.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Lampung, Iskardo P. Panggar, menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak semata soal penindakan pelanggaran, melainkan membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Pengawasan bukan hanya penegakan hukum, tetapi bagaimana kita membangun kesadaran agar masyarakat tidak melakukan pelanggaran. Literasi adalah kunci,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tantangan demokrasi ke depan yang semakin kompleks, terutama menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, kelompok masyarakat tertentu masih rentan terhadap pengaruh negatif seperti politik uang dan hoaks.
“Melalui ruang ini, kami berharap masyarakat menjadi lebih kritis, berdaya, dan tidak mudah terpengaruh,” tambahnya.
Peluncuran Ruang Literasi Pengawasan ini diharapkan menjadi tonggak penguatan demokrasi di Lampung, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal proses pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. (*).






