Bandarlampung — Respon cepat dan kepedulian terhadap persoalan banjir kembali ditunjukkan anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mukhlis Basri. Rabu (29/4/2026), wakil rakyat dari Dapil Lampung I itu turun langsung meninjau kondisi sungai di sekitar RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, yang kerap memicu genangan di badan jalan saat curah hujan tinggi.
Peninjauan dilakukan bersama Plt Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Mochammad Dian Alma’ruf, serta didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, beserta jajaran.
Lokasi yang berada tepat di depan rumah sakit tersebut menjadi salah satu titik rawan banjir yang dikeluhkan masyarakat karena mengganggu akses lalu lintas dan pelayanan publik.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Menteri PUPR, Dody Hanggodo, untuk segera meninjau dan merumuskan langkah konkret penanganan banjir di Provinsi Lampung, khususnya di Kota Bandar Lampung.
Mukhlis Basri menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan banjir yang telah lama menjadi keluhan masyarakat.
“Penanganan banjir ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada kolaborasi terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait agar solusi yang dihasilkan benar-benar efektif dan berkelanjutan,” tegas Mukhlis.
Ia juga menekankan bahwa Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi memiliki peran strategis, sehingga persoalan banjir harus menjadi prioritas bersama.
“Bandar Lampung ini adalah wajah provinsi. Kalau jantung kota saja masih tergenang banjir, tentu ini menjadi perhatian serius. Kita ingin ada langkah nyata dan cepat agar masyarakat tidak terus dirugikan,” tambahnya.
Mukhlis Basri menegaskan, pihaknya di DPR RI akan terus mengawal upaya penanganan banjir di Lampung agar berjalan optimal.
“Kami akan kawal ini di tingkat pusat, baik dari sisi kebijakan maupun anggaran, agar penanganan banjir di Bandar Lampung benar-benar tuntas dan tidak lagi menjadi masalah tahunan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak Ditjen SDA Kementerian PUPR bersama BBWS Mesuji Sekampung akan segera melakukan kajian teknis lanjutan guna menentukan langkah penanganan, mulai dari normalisasi sungai hingga perbaikan sistem drainase di kawasan tersebut.
Dengan langkah cepat ini, diharapkan penanganan banjir di Kota Bandar Lampung dapat segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (*).






