Festival Film Lampung 2026 Nyalakan Semangat Sineas Muda

“Tutup Hari Kiamat”, “GIN SWA”, dan “A Cat Can Look at a King” Dominasi Penghargaan

Bandarlampung — Unit Kegiatan Mahasiswa Darmajaya Computer and Film Club (UKM DCFC) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan perfilman daerah melalui Malam Anugerah Festival Film Lampung 2026 yang digelar di Aula Rektorat Lantai III IIB Darmajaya, Minggu (10/5/2026).

Ajang tahunan yang memasuki penyelenggaraan ke-17 tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus panggung kreativitas bagi sineas muda dari berbagai daerah di Indonesia. Tiga karya film, yakni Tutup Hari Kiamat, GIN SWA, dan A Cat Can Look at a King tampil mendominasi berbagai kategori penghargaan.

Sekretaris UKM DCFC IIB Darmajaya, M. Akbar Caesario, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pemenang Festival Film Lampung 2026.

“Selamat kepada setiap pemenang kategori FFL 2026. Semoga dapat menggairahkan perfilman di Indonesia,” ujarnya dalam siaran persnya, Senin (11/5).

Sementara itu, perwakilan juri nasional, Dimas Bagus ICS, menilai Festival Film Lampung telah menjadi ruang tumbuh yang penting bagi para sineas muda.

“Film bukan gambar bergerak. Malam ini hadir di karya-karya. Mungkin tidak semua karya lahir dalam kesempurnaan, tetapi film yang jujur akan selalu memiliki tempat. FFL bisa menjadi ruang tumbuh sineas, ruang belajar, dan ruang berkarya,” katanya.

Ia juga mengajak para peserta untuk terus berkarya dan menjaga semangat perfilman daerah agar tetap hidup dan berkembang.

Wakil Rektor Bidang Nonakademik Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Muprihan Thaib, menegaskan konsistensi Festival Film Lampung selama 17 tahun menjadi bukti kepedulian generasi muda terhadap industri perfilman nasional.

“FFL yang ke-17 selalu konsisten dalam pelaksanaannya. Jangan sampai film Indonesia ini punah. Kalau bukan kita yang menggerakkan, siapa lagi,” tegasnya.

Muprihan juga mendorong panitia untuk segera mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Festival Film Lampung sebagai bentuk perlindungan identitas festival dan karya kreatif anak muda.

Pada malam puncak penghargaan, film Tutup Hari Kiamat meraih sejumlah kategori penting, di antaranya Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, dan Ide Cerita Terbaik. Sementara GIN SWA sukses membawa pulang penghargaan Penata Gambar Terbaik, Penata Suara Terbaik, serta Aktris Terbaik yang diraih Asmara Abigail.

Adapun film A Cat Can Look at a King berhasil mengantarkan Aldiansyah Azura sebagai Aktor Terbaik dan Deris Muhamad sebagai Sutradara Terbaik.

Selain itu, film “Untuk Hari Esok” dinobatkan sebagai Film Terfavorit Umum, “Abah” sebagai Film Terfavorit Lampung, “Tembelek” sebagai Film Pelajar Terbaik, dan “Silhouete” sebagai Film Lampung Terbaik.

Festival Film Lampung 2026 diharapkan terus menjadi ruang pengembangan kreativitas sineas muda sekaligus memperkuat ekosistem perfilman daerah dan nasional di tengah berkembangnya industri kreatif Indonesia. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *