Tim Khusus Diterjunkan, Pelaku Curanmor Bersenjata Diburu Intensif
Bandarlampung — Kepolisian Daerah Lampung bergerak cepat memburu pelaku penembakan terhadap anggota Polri, Bripka Arya Supena, yang terjadi saat korban menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Bandar Lampung.
Melalui tim khusus yang telah dibentuk, penyidik kini disebut telah mengantongi identitas terduga pelaku penembakan brutal tersebut. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku yang diduga bersembunyi di wilayah hukum Provinsi Lampung.
Kabid Humas Kepolisian Daerah Lampung, Yuni Iswandari Yuyun, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan yang menggunakan kekerasan terhadap aparat maupun masyarakat.
“Tim khusus masih bergerak di lapangan dan identitas pelaku sudah kami kantongi. Polda Lampung berkomitmen untuk segera menangkap para pelaku serta menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun, S.I.K., M.H., Senin (11/5).
Peristiwa penembakan terjadi saat Bripka Arya Supena memergoki aksi pencurian sepeda motor milik salah satu karyawan toko. Ketika korban berusaha menegur sekaligus melakukan penangkapan, salah seorang pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah korban.
Usai kejadian, aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti penting untuk memperkuat penyelidikan.
Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya satu buah kunci T yang diduga milik pelaku, satu unit sepeda motor target pencurian, serta sepeda motor dan telepon genggam milik korban.
Kabid Humas Polda Lampung juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera melapor apabila mengetahui informasi terkait keberadaan para pelaku.
“Kami meminta dukungan masyarakat untuk memberikan informasi apabila melihat atau mengetahui keberadaan pelaku. Keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas kami,” tambahnya.
Polda Lampung memastikan proses pengejaran terus dilakukan hingga para pelaku berhasil ditangkap dan diproses hukum demi menjaga rasa aman masyarakat dari aksi kriminal bersenjata. (*).






