Investor Pasar Modal Lampung Tembus 673 Ribu, Transaksi Capai Rp25 Triliun

Bandarlampung — Pertumbuhan pasar modal di Provinsi Lampung menunjukkan lonjakan signifikan. Hingga April 2026, jumlah investor pasar modal di Lampung tercatat mencapai 673.737 investor atau tumbuh 45,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai transaksi pun melesat hingga Rp25,03 triliun.

Data tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung Hendi Prayogi dalam kegiatan media gathering OJK bersama media Lampung di Hotel Grand Mercure Bandarlampung, Selasa (19/5/2026).

Menurut Hendi, pertumbuhan investor di Lampung menjadi salah satu yang paling progresif di wilayah Sumatera. Peningkatan ini ditopang oleh masifnya edukasi pasar modal hingga ke kampus, desa, dan komunitas masyarakat.

“Pertumbuhan investor di Lampung sangat positif. Ini menunjukkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat terhadap pasar modal semakin meningkat. Kami terus memperluas edukasi agar investasi menjadi budaya baru masyarakat,” ujar Hendi Prayogi.

Ia mengungkapkan, investor saham di Lampung juga tumbuh pesat. Pada April 2026 jumlah investor saham mencapai 208.423 investor atau naik 12,22 persen dibanding akhir 2025. Mayoritas investor didominasi generasi muda usia 18–25 tahun sebesar 38,4 persen, disusul usia 26–30 tahun sebesar 26,3 persen.

“Anak muda sekarang semakin sadar pentingnya investasi sejak dini. Ini menjadi sinyal baik bagi pertumbuhan ekonomi daerah ke depan,” katanya.

Dari sisi profesi, investor pasar modal di Lampung didominasi karyawan swasta sebesar 35 persen, pengusaha 18 persen, serta pelajar 17 persen. Sementara sebaran investor terbesar berada di Kota Bandar Lampung dengan kontribusi 28 persen.

Selain memaparkan perkembangan pasar modal, BEI Lampung juga memperkenalkan rangkaian HUT Pasar Modal ke-48 yang diisi berbagai kegiatan edukasi, kompetisi, olahraga, hingga expo investasi. Sejumlah agenda utama antara lain Capital Market Run, Public Expose Live, Capital Market Summit and Expo (CMSE), kompetisi simulasi trading saham, hingga lomba karya jurnalistik wartawan.

Hendi menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat partisipasi publik dan memperluas pemahaman masyarakat terhadap investasi yang legal dan aman.

“Kami ingin pasar modal semakin dekat dengan masyarakat. Edukasi akan terus diperluas agar masyarakat memahami investasi yang sehat, terukur, dan terhindar dari investasi ilegal,” tegasnya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *