Forum Guru Muhammadiyah Lampung Dikukuhkan

Cetak Guru Unggul dan Siap Jadi Motor Inovasi Pendidikan Berkemajuan

Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Provinsi Lampung resmi dikukuhkan dan diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencetak guru unggul, profesional, serta mampu menghadirkan inovasi pendidikan yang berkemajuan.

Pelantikan pengurus FGM Lampung periode 2026–2030 berlangsung di Aula SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, Selasa (9/6). Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PWM Lampung, Prof. Dr. Muhammad Fuad, M.Hum, secara resmi melantik Mukhtamar, S.Pd.I sebagai Ketua FGM Provinsi Lampung bersama jajaran pengurus lainnya.

Acara tersebut dihadiri Ketua PWM Lampung Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lampung Hendra Apriawan, S.T., unsur pimpinan Muhammadiyah, serta perwakilan guru dan tenaga kependidikan Muhammadiyah dari berbagai daerah di Lampung.

Dalam sambutannya, Prof. Muhammad Fuad menegaskan bahwa pelantikan FGM bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum kebangkitan guru Muhammadiyah untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidikan.

“Momentum pelantikan ini harus menjadi semangat baru bagi para guru Muhammadiyah untuk menjadi guru yang unggul. Banyak sekolah Muhammadiyah di Lampung memiliki potensi besar menjadi sekolah terbaik. FGM harus menjadi wadah strategis untuk mewujudkan hal itu,” tegasnya.

Menurut Fuad, dunia pendidikan terus mengalami perubahan yang menuntut guru untuk beradaptasi dan berinovasi. Karena itu, FGM diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi, berbagi praktik terbaik, sekaligus pusat pengembangan kompetensi guru Muhammadiyah di Lampung.

Sementara itu, Kepala BGTK Lampung, Hendra Apriawan, mengajak para guru Muhammadiyah mengambil peran aktif dalam mendukung program prioritas pemerintah di sektor pendidikan.

“Pendidikan saat ini menjadi fokus utama pembangunan nasional. Forum Guru Muhammadiyah harus hadir sebagai mitra strategis dalam menyukseskan berbagai program peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.

Hendra menilai keberadaan FGM dapat menjadi energi baru dalam mendorong transformasi pendidikan yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Ketua PWM Lampung, Prof. Sudarman, menegaskan bahwa FGM merupakan wadah strategis untuk memperkuat profesionalisme guru Muhammadiyah sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan.

Menurutnya, guru Muhammadiyah tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa. Karena itu, seorang guru Muhammadiyah harus memiliki empat karakter utama, yakni Mudarris (pengajar), Muaddib (pembina akhlak), Mu’allim (pengembang ilmu pengetahuan), dan Murabbi (pembimbing yang menumbuhkan potensi peserta didik secara menyeluruh).

“Guru Muhammadiyah harus menjadi teladan, penggerak perubahan, sekaligus pembentuk karakter generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan,” katanya.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, FGM Lampung diharapkan mampu menjadi lokomotif peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah di Provinsi Lampung, sekaligus melahirkan berbagai inovasi yang memperkuat posisi sekolah dan madrasah Muhammadiyah sebagai pusat pendidikan unggulan di masa depan. (dbs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *