DOMINO LAMPUNG BIDIK EMAS PON 2032

Orado Gelar Kejuaraan Antarklub, Siapkan Atlet Menuju Panggung Nasional

BANDAR LAMPUNG – Olahraga domino di Provinsi Lampung memasuki babak baru. Melalui Kejuaraan Antarklub Organisasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) Provinsi Lampung yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD), Kamis (11/6/2026), pembinaan atlet domino resmi diarahkan menuju target besar: meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.

Kejuaraan yang diikuti klub-klub domino dari berbagai daerah itu menjadi momentum penting bagi Orado Lampung yang tengah berproses menjadi bagian dari keluarga besar olahraga prestasi di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung.

Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, menilai tingginya partisipasi peserta menjadi bukti bahwa domino telah berkembang menjadi olahraga yang memiliki basis massa kuat dan potensi prestasi yang menjanjikan.

“Kita melihat belum terdaftar resmi saja antusiasmenya sudah luar biasa. Kami sangat mengapresiasi ini karena artinya cabang olahraga ini memang sudah memasyarakat. Tinggal bagaimana kita mengorganisirnya menjadi olahraga prestasi yang membanggakan daerah,” ujar Taufik.

Menurutnya, setelah resmi menjadi anggota KONI Lampung, Orado harus segera fokus membangun sistem pembinaan atlet yang berjenjang dan berkelanjutan agar mampu bersaing pada ajang nasional.

Ketua Pengprov Orado Lampung, Budi Darmawan, mengatakan kejuaraan antarklub merupakan langkah awal membangun ekosistem olahraga domino yang lebih profesional. Pembinaan atlet akan dimulai dari klub-klub yang menjadi fondasi utama pengembangan prestasi.

“Dari klub itulah nanti awal dari pembinaan. Kami mendorong klub-klub untuk bergabung agar bisa dibina oleh Pengcab maupun Pengprov,” katanya.

Budi menjelaskan, Orado secara nasional telah diterima sebagai anggota dalam Rapat Kerja Daerah KONI Pusat meskipun organisasi tersebut baru terbentuk pada awal tahun 2026. Pada saat yang sama, Orado Lampung juga resmi mengajukan diri menjadi anggota KONI Provinsi Lampung.

Dengan status tersebut, Orado Lampung mulai menyusun peta jalan menuju PON. Pada PON 2028, domino ditargetkan dapat tampil sebagai cabang olahraga ekshibisi atau bahkan resmi dipertandingkan jika regulasi memungkinkan. Sementara pada PON 2032 yang akan digelar bersama oleh Lampung dan Banten, Orado menargetkan mampu menyumbangkan medali emas bagi tuan rumah.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Pada Kejuaraan Nasional perdana, salah satu atlet Lampung berhasil meraih peringkat ketiga nasional, menjadi sinyal bahwa daerah ini memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional.

Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan yang juga Danpomdam II/Sriwijaya, Kolonel Cpm David Medion, mengatakan dipilihnya domino sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-80 POMAD karena olahraga tersebut sangat dekat dengan masyarakat dan mampu menjadi sarana mempererat kebersamaan lintas kalangan.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata kedekatan TNI dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis. Selain itu juga menjadi wadah untuk menjaring atlet-atlet potensial serta memperkuat komunikasi antarwarga,” ujar David.

Ia menegaskan olahraga memiliki kekuatan besar dalam membangun persatuan dan solidaritas sosial.

“Sudah pasti harapan semua klub dan atlet adalah menjadi sang juara. Dengan kebersamaan ini, kami meyakini bahwa olahraga adalah salah satu alat pemersatu bangsa,” pungkasnya.

Kejuaraan Antarklub Orado Lampung menjadi penanda bahwa domino tidak lagi sekadar permainan rekreasi. Di Lampung, domino kini mulai diposisikan sebagai cabang olahraga prestasi yang dipersiapkan untuk mengharumkan nama daerah di panggung nasional. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *