ALZIER DESAK HANAN DICOPOT

Dinilai Bikin Resah Kader, Elektabilitas Golkar Lampung Terancam Turun

BANDARLAMPUNG – Gejolak internal Partai Golkar Lampung kembali mencuat. Senior Partai Golkar Lampung, Alzier Dianis Thabranie, secara terbuka mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk mengevaluasi dan mencopot Ketua DPD I Partai Golkar Lampung, Hanan A. Rozak. Alzier menilai sejumlah kebijakan yang diambil kepengurusan saat ini telah memicu keresahan kader hingga berpotensi menggerus elektabilitas partai menjelang Pemilu 2029.

Mantan Ketua DPD Partai Golkar Lampung tiga periode itu menegaskan, kondisi internal partai berlambang pohon beringin tersebut tengah menghadapi ujian serius akibat proses suksesi kepengurusan dan pergantian pimpinan kecamatan (PK) yang dinilai tidak mengakomodasi aspirasi kader di akar rumput.

Menurut Alzier, banyak kader merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis. Bahkan, sejumlah figur yang selama ini aktif membesarkan partai justru tersingkir karena dianggap tidak sejalan dengan kepemimpinan saat ini.

“Partai Golkar ini milik bersama, bukan milik kelompok tertentu. Kalau kader yang berbeda pandangan terus disingkirkan, maka solidaritas partai akan melemah dan kepercayaan masyarakat bisa ikut menurun,” tegas Alzier, Jumat (19/6/2026).

Ia mencontohkan polemik yang terjadi dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Kota Bandarlampung. Menurutnya, mayoritas pimpinan kecamatan saat itu menolak figur yang didorong oleh DPD Golkar Lampung sehingga pelaksanaan Musda sempat mengalami penundaan cukup lama.

Selain itu, Alzier juga menyoroti dinamika politik internal di Kabupaten Tanggamus yang memicu ketegangan antara pengurus daerah dan kader tingkat bawah. Kondisi tersebut, menurutnya, memperlihatkan adanya persoalan komunikasi dan konsolidasi yang belum terselesaikan.

Alzier menilai apabila situasi tersebut terus dibiarkan, bukan hanya soliditas organisasi yang terganggu, tetapi juga dapat berdampak pada perolehan suara Partai Golkar di Lampung pada pemilu mendatang.

Karena itu, Ketua DPD VII Depidar SOKSI Lampung tersebut meminta Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, segera mengambil langkah evaluasi terhadap kepemimpinan DPD Golkar Lampung demi menjaga persatuan kader dan marwah partai.

“Jangan sampai konflik internal berkepanjangan membuat Golkar kehilangan simpati masyarakat. DPP harus turun tangan agar partai tetap solid dan siap menghadapi agenda politik ke depan,” ujarnya.

Pengamat politik menilai, dinamika yang berkembang di tubuh Golkar Lampung menjadi sinyal penting bagi partai untuk memperkuat konsolidasi internal. Sebagai salah satu partai besar di Lampung, stabilitas organisasi dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga kekuatan politik dan kepercayaan publik menjelang kontestasi politik berikutnya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *