AKSES MAKAM WARGA PALEM SEGERA DIBANGUN

Kesepakatan Warga Tercapai, Pintu dan Jalan Masuk Pemakaman Siap Direalisasikan

BANDAR LAMPUNG – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Perumahan Palem Permai I. Setelah melalui musyawarah dengan warga RT 05/RW 06 Perumahan GTS, rencana pembongkaran pagar dan pembangunan pintu serta akses masuk menuju area pemakaman akhirnya memperoleh persetujuan.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah penting dalam mewujudkan akses pemakaman yang lebih mudah bagi warga. Berdasarkan laporan tim yang dipimpin Susilo Dwiko bersama Jhon dan Edy S., warga setempat menyatakan mendukung rencana tersebut dan siap mendampingi saat proses pembongkaran pagar dilaksanakan.

“Pada prinsipnya mereka setuju dengan pembongkaran pagar dan pembangunan pintu menuju lokasi pemakaman. Saat pembongkaran dilakukan, mereka juga akan hadir mendampingi. Waktu pelaksanaan akan ditentukan sesuai kesepakatan bersama,” ujar Susilo Dwiko dalam laporannya, Rabu (1/7).

Ketua Rukun Kematian Perum Palem Permai I, Hery Sulistyono, mengatakan pembangunan akses ini merupakan kebutuhan bersama agar prosesi pemakaman warga dapat berlangsung lebih mudah, tertib, dan layak. Untuk itu, panitia membuka sumbangan sukarela dari para donatur.

Sejumlah warga telah memberikan kontribusi, di antaranya Nonom Tarmizi Rp500 ribu, Maisura Rp300 ribu, Saripan Halim Rp300 ribu, Ihwan S. Nasution Rp500 ribu, serta beberapa donatur lainnya. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pintu dan jalan akses menuju lokasi pemakaman.

“Alhamdulillah, partisipasi warga sangat baik. Semoga pembangunan pintu dan akses makam ini dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat bagi seluruh warga Palem Permai I,” kata Hery.

Dukungan juga mengalir dari warga lainnya. Hendri menyampaikan harapannya agar seluruh proses berjalan sesuai rencana. “Alhamdulillah, semoga berjalan sesuai rencana dan lancar,” ujarnya.

Dengan dukungan warga dan semangat kebersamaan, pembangunan akses menuju pemakaman diharapkan dapat segera dimulai setelah jadwal pelaksanaan ditetapkan bersama. Langkah ini menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan kebutuhan lingkungan secara mandiri. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *