Tim SAR Gabungan Akhiri Operasi Pencarian Setelah Menyisir Aliran Sungai Selama Dua Hari
PRINGSEWU – Duka menyelimuti Kabupaten Pringsewu. Dua remaja yang dilaporkan tenggelam di Sungai Pekon Yogyakarta, Kecamatan Gadingrejo, akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (5/7). Penemuan kedua korban sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan puluhan personel lintas instansi.
Korban diketahui bernama Agam Dino Putra (16), warga Pekon Tegalsari, Kecamatan Gadingrejo, dan Faris Bin Heru (16), warga Pekon Kresnomulyo, Kabupaten Pringsewu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Lampung melalui Dantim Rescuer M. Ricky Chandra menjelaskan, pada hari kedua operasi, seluruh personel dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) guna mempercepat pencarian.
SRU pertama menyisir sisi kanan sungai menggunakan perahu karet hingga sekitar dua kilometer ke arah hilir. SRU kedua melakukan penyisiran di sisi kiri sungai dengan perahu fiber milik BPBD Pringsewu, sedangkan SRU ketiga melakukan pencarian melalui jalur darat menggunakan metode visual.
“Hasil pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 13.35 WIB. Korban pertama atas nama Agam Dino Putra ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Ricky.
Pencarian kemudian dilanjutkan hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Tim SAR Gabungan kembali menemukan korban kedua, Faris Bin Heru, dalam kondisi meninggal dunia sekitar 50 meter dari lokasi ditemukannya korban pertama. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menuju rumah duka.
Ricky mengungkapkan, proses pencarian sempat terkendala tumpukan sampah serta batang-batang kayu berukuran besar yang menyangkut di aliran sungai sehingga memperlambat penyisiran. Namun berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur SAR, kedua korban akhirnya berhasil ditemukan.
“Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi dihentikan pada pukul 16.00 WIB. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR, relawan, aparat, dan masyarakat yang telah bersinergi selama proses pencarian,” katanya.
Operasi pencarian melibatkan personel Basarnas Lampung, BPBD Kabupaten Pringsewu, Polsek Gadingrejo, Babinsa, Forum Relawan Rescue Lampung (FRRL), aparat pekon, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama pada musim dengan arus yang berpotensi lebih deras dan berbahaya. (*).






