Produktivitas TBS Naik hingga 60 Kg per Tandan, Pemprov Lampung Siap Perluas Penggunaan
LAMPUNG TIMUR – Inovasi penggunaan Pupuk Hayati Cair (PHC) mulai membuahkan hasil nyata bagi petani kelapa sawit di Provinsi Lampung. Uji coba yang dilakukan di lahan milik petani di Desa Tebing, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur, berhasil meningkatkan produktivitas tandan buah segar (TBS) secara signifikan, sekaligus membuka peluang penerapan PHC secara lebih luas di sektor perkebunan.
Keberhasilan tersebut dirasakan langsung oleh Yakup, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tebing. Ia mengungkapkan, sebelum menggunakan PHC, rata-rata berat tandan buah segar sawit yang dipanen hanya sekitar 40 kilogram per tandan. Setelah diaplikasikan pada lahan uji coba seluas setengah hektare, produktivitas meningkat menjadi 50 hingga 60 kilogram per tandan.
“Awalnya kami hanya mencoba di lahan seluas setengah hektare. Ternyata hasilnya sangat memuaskan. Produksi meningkat cukup besar dan kondisi tanaman juga terlihat lebih sehat,” ujar Yakup.
Tak hanya meningkatkan hasil panen, Yakup menyebut PHC juga memperbaiki kondisi tanaman. Pertumbuhan duri atau bulu landak pada pelepah sawit berkurang sehingga proses perawatan dan panen menjadi lebih mudah.
Keberhasilan tersebut mendapat perhatian Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, yang turun langsung meninjau kebun sawit milik Yakup didampingi Kabid Ketahanan Pangan Deni Nardi.
Elvira menilai hasil uji coba ini menjadi bukti bahwa PHC tidak hanya efektif diterapkan pada komoditas pangan seperti padi, jagung, dan singkong, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan.
“Ini menjadi terobosan yang sangat baik. Keberhasilan ini membuktikan PHC dapat diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman, termasuk kelapa sawit. Ke depan, pemanfaatan PHC tidak hanya difokuskan di sentra padi, jagung, atau singkong, tetapi juga akan diperluas ke sektor perkebunan,” kata Elvira.
Menurutnya, perluasan penggunaan PHC merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Lampung untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan sekaligus menekan biaya produksi yang selama ini menjadi beban petani.
Pemprov Lampung berharap semakin banyak petani yang menerapkan PHC dan membagikan pengalaman positifnya. Dengan semakin banyak bukti keberhasilan di lapangan, PHC diharapkan mampu menjadi solusi untuk meningkatkan hasil panen, memperbaiki kualitas tanaman, serta mendorong kesejahteraan petani melalui pendapatan yang lebih tinggi dan biaya produksi yang lebih efisien. (*).






