Gubernur Tegaskan Keberagaman Adalah Kekuatan Lampung, FPK Diminta Menjadi Garda Terdepan Menjaga Persatuan dan Kerukunan
Bandarlampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengukuhkan kepengurusan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung periode 2025–2029 dengan menunjuk H. Darussalam, SH, MH sebagai ketua. Gubernur menegaskan FPK harus menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni, memperkuat persatuan, dan merawat semangat kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Lampung.
Pengukuhan berlangsung di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Selasa (7/7). Dalam prosesi tersebut, Gubernur Mirza menyerahkan Pataka FPK kepada Darussalam sebagai simbol amanah untuk memimpin forum yang menaungi 37 organisasi etnis dan suku di Bumi Ruwa Jurai.
“Saya titip kepada seluruh pengurus FPK untuk menjaga perdamaian yang telah terbangun sejak ratusan tahun di Lampung. Keberagaman bukan ancaman, tetapi kekuatan yang harus terus kita rawat dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” pesan Mirza.
Menurutnya, Lampung sejak dahulu dikenal sebagai daerah yang terbuka bagi para pendatang. Sikap masyarakat Lampung yang mudah menerima siapa pun menjadi modal sosial yang harus terus dipertahankan.
“Alhamdulillah, sifat orang Lampung mudah menerima. Orang yang datang dari berbagai daerah merasa seperti berada di rumah sendiri. Itulah kekuatan kita,” ujarnya.
Dengan gaya khasnya, Mirza juga menyampaikan humor yang disambut tawa para undangan.
“Kalau tidak ada orang Sulawesi, orang Lampung tidak makan ikan,” katanya, menggambarkan eratnya hubungan antarsuku dalam kehidupan masyarakat Lampung.
Ketua FPK Lampung H. Darussalam menyatakan siap menjalankan amanah untuk memperkuat pembauran kebangsaan bersama seluruh pengurus.
“Kami siap menjadi garda terdepan menjaga kerukunan dan persatuan. Jangan sampai perbedaan suku, agama, ras, maupun budaya menjadi alasan perpecahan. Justru keberagaman itulah kekuatan terbesar yang dimiliki Lampung,” tegas Darussalam.
Ia mengungkapkan, soliditas pengurus telah terlihat sejak proses pembentukan organisasi. Perwakilan dari 37 etnis dan suku duduk bersama menyusun program kerja dengan mengedepankan semangat persaudaraan.
Sekretaris FPK Lampung Idris KS menjelaskan, forum tersebut dibentuk Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sebagai wadah memperkuat integrasi sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
“FPK hadir untuk menjaga, memelihara, dan memperkuat pembauran, persatuan, serta kesatuan masyarakat. Kami telah menyiapkan berbagai program kerja yang diharapkan memberi kontribusi nyata bagi terwujudnya Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Suasana pelantikan juga diwarnai puluhan papan bunga ucapan selamat dari berbagai tokoh, lembaga, dan mitra, termasuk dari Gubernur Lampung serta Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, sebagai bentuk dukungan terhadap kepengurusan baru.
Pelantikan FPK dinilai menjadi momentum penting memperkuat kohesi sosial di tengah dinamika masyarakat yang semakin beragam. Dengan merangkul seluruh unsur etnis dan budaya, forum ini diharapkan mampu menjadi ruang dialog, mempererat persaudaraan, sekaligus menjaga Lampung tetap damai, sejuk, dan harmonis. (*).






