Penumpang KMP Batumandi Diduga Jatuh ke Laut, Tim SAR Sisir Perairan Bakauheni

Lampung Selatan – Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang penumpang KMP Batumandi yang diduga terjatuh ke laut di sekitar Perairan Pulau Panjurit, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (9/7). Hingga hari pertama operasi pencarian berakhir, korban belum berhasil ditemukan.

Korban diketahui bernama Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), warga Kecamatan Indihiang, Jawa Barat. Dugaan korban terjatuh ke laut muncul setelah petugas kapal menemukan sepasang sepatu dan jaket di tangga sebelah kanan menuju dek kendaraan satu.

Peristiwa bermula sekitar pukul 01.42 WIB saat KMP Batumandi hendak bersandar di Pelabuhan Bakauheni. Awak kapal meminta seluruh penumpang kembali ke kendaraan masing-masing. Namun, seorang ibu melaporkan anaknya belum kembali. Setelah dilakukan pemanggilan melalui pengeras suara sebanyak lima kali tanpa respons, kru kapal melakukan penyisiran hingga menemukan barang-barang milik korban.

Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Supervisor Lapangan ASDP Bakauheni sekitar pukul 06.15 WIB dan langsung mengerahkan personel beserta Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 menuju lokasi kejadian.

“Kami menerima informasi pada pagi hari dan langsung mengerahkan personel Pos SAR Bakauheni beserta alut yang tersedia menuju lokasi kejadian. Bersama unsur SAR gabungan, kami melakukan penyisiran di sekitar lokasi dugaan korban jatuh serta berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mengoptimalkan upaya pencarian,” ujar Rezie.

Selama operasi hari pertama, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sekitar titik dugaan korban terjatuh. Sekitar pukul 14.50 WIB, tim menerima informasi dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak mengenai adanya indikasi kemunculan objek di koordinat 05°54.507′ LS – 105°47.185′ BT. Tim segera menuju lokasi tersebut, namun hasil pencarian belum membuahkan hasil.

Operasi pencarian dihentikan sementara pada pukul 17.20 WIB karena kondisi operasi dan akan dilanjutkan pada hari kedua dengan mengacu pada prediksi pergerakan korban (SAR Map Prediction).

Operasi SAR melibatkan personel Pos SAR Bakauheni, unsur TNI, Polri, ASDP Bakauheni, serta keluarga korban. Sejumlah peralatan dikerahkan, di antaranya satu unit RIB 02, kendaraan rescue, peralatan selam, perangkat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan.

Rezie mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa penyeberangan, agar selalu mematuhi aturan keselamatan selama berada di atas kapal dan segera melapor kepada petugas apabila mengetahui adanya kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *