DARI LAMPUNG BARAT KE SENAYAN

15 Tahun Memimpin Daerah, Mukhlis Basri Kini Mengawal Aspirasi Lampung di DPR RI

Bandar Lampung — Perjalanan politik Hi. Mukhlis Basri ibarat estafet panjang pengabdian. Selama 15 tahun berada di jalur eksekutif, ia menghabiskan waktunya memimpin dan melayani masyarakat Lampung Barat. Kini, langkah pengabdian itu berlanjut dari gedung parlemen nasional sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029.

Bagi masyarakat Lampung, nama Mukhlis Basri bukanlah sosok baru. Politikus senior PDI Perjuangan itu telah melewati berbagai jenjang kepemimpinan, mulai dari Wakil Bupati Lampung Barat hingga dua periode menjabat Bupati. Pengalaman panjang tersebut menjadi modal kuat saat dipercaya mewakili masyarakat Lampung I di Senayan.

Kariernya dimulai ketika masyarakat memberikan amanah sebagai Wakil Bupati Lampung Barat periode 2002–2007. Kedekatannya dengan masyarakat serta gaya kepemimpinan yang sederhana membuat kepercayaan publik terus menguat.

Puncaknya, Mukhlis dipercaya memimpin Lampung Barat selama dua periode, yakni 2007–2012 dan 2012–2017. Dalam satu dekade kepemimpinannya, berbagai pembangunan menjadi fondasi bagi kemajuan daerah, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan, penguatan sektor pertanian, hingga menjaga keseimbangan lingkungan sebagai salah satu kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Pengabdian Mukhlis Basri tidak berhenti ketika masa jabatannya sebagai kepala daerah berakhir. Setelah menuntaskan tugas di eksekutif, ia memilih melanjutkan perjuangan melalui jalur legislatif. Pada Pemilu 2024, masyarakat kembali memberikan kepercayaan untuk mengirimnya ke DPR RI mewakili Daerah Pemilihan Lampung I.

Bekal pengalaman sebagai kepala daerah menjadi nilai lebih. Ia memahami bagaimana kebijakan pusat diterjemahkan di daerah, sekaligus mengetahui persoalan riil yang dihadapi masyarakat. Karena itu, keberadaannya di Senayan diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebutuhan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.

Semangat pengabdian juga menjadi bagian dari perjalanan keluarganya. Estafet kepemimpinan di Lampung Barat kemudian dilanjutkan oleh saudaranya, Hi. Parosil Mabsus, yang menjabat sebagai Bupati Lampung Barat setelah Mukhlis menyelesaikan masa tugasnya.

Kini, dari ruang-ruang sidang DPR RI, Mukhlis Basri membawa harapan masyarakat Lampung. Bukan lagi memimpin sebuah kabupaten, melainkan memperjuangkan kebijakan, anggaran, dan program pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke pelosok Bumi Ruwa Jurai.

Perjalanan dari kursi wakil bupati, bupati dua periode, hingga anggota DPR RI menjadi bukti bahwa pengabdian tidak berhenti ketika jabatan berganti. Bagi Mukhlis Basri, perjuangan hanya berpindah tempat—dari kantor bupati menuju Senayan—dengan tujuan yang tetap sama: memperjuangkan kepentingan masyarakat Lampung. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *