Ditarget Rampung Tepat Waktu, Infrastruktur Harus Percepat Akses dan Gerakkan Ekonomi Warga
PRINGSEWU — Anggota DPR RI Komisi V, Drs. H. Mukhlis Basri, turun langsung meninjau progres pembangunan Jembatan Gantung di Pekon Podosari, Kabupaten Pringsewu, Selasa (28/7/2026). Peninjauan dilakukan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan proyek strategis yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Mukhlis Basri memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi kualitas konstruksi maupun target penyelesaian. Kehadiran jembatan gantung ini dinilai sangat penting karena akan mempermudah mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta membuka akses ekonomi antardesa.
“Jembatan gantung ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi merupakan penghubung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Saya ingin memastikan pembangunannya berjalan sesuai standar, berkualitas, dan dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Mukhlis Basri.
Politisi senior asal Lampung itu menegaskan, Komisi V DPR RI akan terus mengawal pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pembangunan yang tepat sasaran akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di daerah.
“Kami di Komisi V akan terus mengawasi agar anggaran negara benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas. Setiap rupiah yang digunakan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang selama ini membutuhkan akses yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, tim dari BPJN Kementerian PU menjelaskan bahwa pekerjaan terus dikebut dengan tetap mengutamakan mutu konstruksi serta aspek keselamatan kerja. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar juga terus dilakukan agar proses pembangunan berjalan lancar.
Apabila rampung sesuai target, Jembatan Gantung Pekon Podosari diharapkan menjadi penghubung vital yang memperlancar aktivitas pendidikan, kesehatan, perdagangan, hingga distribusi hasil pertanian masyarakat Pringsewu, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah. (*).






